23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Limbah di Samarinda Capai 478 Ton, Samri Shaputra: Tingkatkan PAD Dan Lindungi Masyarakat

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Pansus limbah Bahan Berbahaya, dan Beracun (B3) DPRD Kota Samarinda mengatakan bahwa Samarinda bisa meningkatkan pendapatan melalui limbah berbahaya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Pansus B3 Samarinda, Samri Saputra saat diminta konfirmasi melalui sambungan seluler.

“Peluang ini mau kami tangkap. Makanya kami akan ciptakan payung hukumnya,” ungkap Samri, Rabu 21 Juli 2021.

Dari info yang telah dikumpulkan, Samri menyebutkan bahwa dalam jangka satu bulan, Samarinda bisa menghasilkan 478 ton limbah berbahaya dan dilempar keluar.

“Biasanya ada pihak ketiga yang mengumpulkan dan diolah di tempat tertentu,” jelasnya.

Bahkan perda yang mau disusun ini sangat baik, dengan berencana mengundang pihak swasta semisal asosialsi pengusaha hotel, bengkel, rumah sakit atau klinik sebagai penghasil limbah B3.

Dengan begitu, perda tersebut nantinya memuat sanksi, penindakan dan imbauan termasuk perintah.

“Kalau ini sudah berjalan, masyarakat terlindungi dengan bahan kimia beracun. Dan pengusaha bisa turut serta. Pemerintah juga akan mendapatkan hasil disitu,” katanya

Seperti diketahui saat ini, limbah masih disimpan berhari hari. Menurutnya dalam aturan tidak bisa disimpan maksimal 2 x 24 jam.

Seperti bekas oli yang disimpan pemilik bengkel, limbah farmasi dan industri lainnya lantaran berbahaya karena mudah terbakar.

Tak hanya itu, limbah rumah tangga juga tak kalah besar. Pembuangan produk kimia cukup banyak semisal elektronik.

Dengan adanya perda, masyarakat dan pengusaha tidak sembarangan membuang limbah.

“Jadi nanti tidak semau – maunya membuang limbah beracun. Masyarakat juga tidak dirugikan,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Riski

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar