24 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Layanan Air Bersih Terhenti Karena Pengurasan, Laila: Masyarakat Harus Memaklumi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejak hari Selasa hingga Kamis kemarin, Perumdam Tirta Kencana Samarinda melakukan pengurasan sedimentasi di bak penampungan secara bergantian.

Akibatnya air tidak mengalir ke rumah-rumah warga di sejumlah Kelurahan. Masyarakat pun mengeluhkan layanan air bersih tersebut dan banyak pihak menilai Perumdam tak bisa disalahkan atas kejadian ini.

Perihal tersebut mendapat tanggapan dari anggota komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah turut berkomentar. Menurutnya ditengah situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tidak semestinya layanan air bersih tertunda.

“Seharusnya sih PDAM (Perumdam) tidak melakukan pengurasan saat kota Samarinda sedang menjalankan PPKM mikro,” ungkap Laila saat ditemui diruangan kerjanya Kamis 15 Juli 2021.

Sebab kata politisi PPP itu pengurasan sudah terjadwal dan dilakukan secara rutin. Pasalnya pengurasan sedimentasi menjadi salah satu merawat kualitas air agar tetap terjaga.

“Masyarakat harap memaklumi, karena jika tidak dikuras maka kualitas air juga tidak bagus,” jelasnya.

Selain itu PDAM wajib memberikan solusi kepada warga terlebih pelanggan PDAM yakni, dengan menyiapkan air tangki dengan gratis. Dengan menelpon pihak terkait dan diantar secara bergilir karena armada yang terbatas.

“Masyarakat mesti aktif mencari informasi baik di media massa dan medsos resmi PDAM agar masyarakat bisa mengetahui informasi,” imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi beberapa hari lalu, Humas PDAM Samarinda, Lukman membenarkan berhentinya layanan air bersih dibeberapa kelurahan.

Jadwal bergilir tersebut berdampak pada kelurahan kampung jawa, Dadi Mulya, Bugis, Bandara, Sidodadi, Pelita, Pasar Pagi, Pelabuhan, Karang Mumus, Sungai Pinang Luar, Sungai Pinang Dalam dan sekitarnya.

Dimulai hari Selasa, 13 Juli 2021 pengurasan sedimentasi yakni, IPA Tirta Kencana, IPA Bendang I, dan IPA Loa Bakung. Sementara hari Rabu dan Kamis hari ini, pengurasan dilakukan di IPA Selili dan IPA Lipan.

“Iya benar, ada pengurasan,” terang Lukman menerangkan. (adv)

Penulis: Riski

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar