src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sunggono. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Berdasarkan evaluasi tim Satgas COVID-19 Kukar, kegiatan Ekspo Merah-Putih Sangasanga berpotensi terjadinya penyebaran virus karena kerumunan massa. Diputuskan kegiatan ekspo di Kecamatan lainnya ditunda.
“Kegiatan ekspo Samboja, Tenggarong Seberang dan Anggana harus kita tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” sebut Sekda Kukar, Sunggono, Jumat 4 Februari 2022.
Selain itu sebut Sunggono, kasus positif pasien COVID-19 di Kukar sudah cukup tinggi. “Kita berpikir untuk mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah, dan menghimbau masyarakat tidak terlalu sering keluar rumah, jika tidak ada kegiatan yang penting, ” jelasnya.
Keputusan penundaan pelaksanaan expo di tiga kecamatan tersebut membuat pusing manjer Event Organizer (EO) FTS Kukar, Fazri. Dia menyayangkan keputusan tersebut diambil Pemkab Kukar.
“Untuk yang ekspo Samboja memang mendatangkan artis dari luar daerah, ini siap kami batalkan, ” ungkap Fazri.
Sedang di kecamatan lainnya, persiapan pagelaran acara sudah siap. Seperti ekspo L2 Tenggarong Seberang sudah siap 100 persen.
“Untuk acara undang artis dangdutan bisa dibatalkan, tapi kalau pasar malam dan hiburan kecil lainnya, kami mohon ini tetap saja diadakan dengan tetap menggunakan prokes yang ketat, ” katanya.
Dia mengungkapkan, jika acara yang sudah disiapkan batal, pendapatan ratusan karyawan FTS bakal hilang. Total karyawan FTS 138 orang, sedangkan karyawan yang baru direkrut per Desember 2021 ada 50 orang.
Fazri meminta tim Satgas bisa mempertimbangkan kembali larangan pagelaran ekspo tersebut. “Kasihan nasib karyawan kami, untuk kebutuhan makan sehari-harinya harus dipenuhi,” pungkasnya.
Penulis: Andri