src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Beragam produk camilan Lia Homemade. (Foto: Ist/PT Berau Coal)Berawal dari usaha rumahan di Kampung Sukan Tengah, Natalia perlahan membawa “Lia Homemade” tumbuh menjadi salah satu usaha mikro yang mampu menghasilkan ratusan pesanan setiap bulan. Perjalanan tersebut tidak lepas dari konsistensi mengembangkan produk serta pendampingan yang diterimanya dari PT Berau Coal.
Perempuan yang akrab disapa Lia ini mulai mendapatkan pendampingan melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal sejak 2021. Lebih dari lima tahun berjalan, berbagai dukungan diterimanya, mulai dari pelatihan, pengurusan legalitas Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga fasilitasi pemasaran.
“Awalnya saya mengikuti pelatihan ketahanan pangan. Setelah itu produk kami dibantu mengurus legalitas PIRT, sertifikasi halal, hingga pemasarannya. Dengan adanya pendampingan tersebut, produk kami menjadi lebih cepat dikenal dan semakin dipercaya oleh pelanggan,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar membantu menyelesaikan kebutuhan administrasi usaha, tetapi juga membuka jalan agar produk buatannya semakin dikenal dan dipercaya konsumen.
Kini, Lia Homemade memproduksi beragam camilan dengan memanfaatkan bahan baku lokal Berau. Di antaranya Crispy Brownies Cookies, Kembang Goyang Wijen, Crispy Lemon Cookies, Cookies Jahe, hingga Peanut Chocolate Cookies yang menggunakan kacang tanah lokal Berau dan cokelat khas Berau.
Produk Peanut Chocolate Cookies bahkan menjadi salah satu favorit konsumen dan berhasil masuk sebagai produk terlaris yang dipasarkan di sejumlah minimarket di Berau.
Pertumbuhan itu turut berdampak pada peningkatan pesanan. Dari usaha yang sebelumnya dirintis secara sederhana, Lia kini mampu menerima ratusan pesanan setiap bulan. Perkembangan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Lia untuk memberdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitar dalam proses produksi.
“Perkembangan usaha kami setelah mendapatkan pendampingan sangat signifikan. Pesanan terus bertambah, bahkan sekarang bisa mencapai ratusan pesanan setiap bulannya,” tuturnya.
Bagi Lia, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Pendampingan yang dimulai sejak 2021 tidak hanya membantu produknya memiliki legalitas dan akses pasar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
“Terima kasih kepada PT Berau Coal atas dukungan yang luar biasa. Sejak pendampingan pada tahun 2021, produk kami semakin dikenal dan dipercaya masyarakat. Pelanggan juga terus bertambah sehingga usaha kami bisa berkembang seperti sekarang,” ucapnya.
Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan perkembangan yang dialami Lia Homemade menjadi salah satu gambaran dari tujuan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan. Pihaknya pun turut bangga melihat UMKM mampu berkembang.
“Harapannya, pendampingan yang kami berikan bisa menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya,” kata Reza.
Tidak berhenti pada pendampingan pelaku usaha, PT Berau Coal juga menyediakan ruang bagi produk UMKM binaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui Rumah Kemas Batiwakkal. Fasilitas yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tersebut menjadi wadah pemasaran sekaligus etalase bagi ratusan produk UMKM lokal Berau.
Rumah Kemas Batiwakkal berada di Jalan Pemuda, tepat di samping Head Office PT Berau Coal. Lokasi tersebut memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal dan membeli berbagai produk unggulan lokal di Bumi Batiwakkal. (Adv/Riska)