src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Aksi warga Kaltim kembali menuntut permohonan maaf dari Edy Mulyadi. (erick) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komite Masyarakat Adat Kalimantan Bersatu (KMAKB) yang tergabung dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas), laskar, paguyuban, dan forum di Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi unjuk rasa merespon ujaran “Kalimantan tempat Jin buang anak” yang disampaikan Edy Mulyadi cs dalam sebuah video viral.
Aksi dilakukan di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gadjah Mada Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda pada Kamis 27 Januari 2022.
Koordinator KMAKB Habby Nurlan Arafat menyampaikan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari rapat yang diadakan Remaong Kutai Berjaya bersama Ormas lainnya.
“Aksi kita merupakan tindak lanjut dalam rapat bersama yang diadakan pada Selasa lalu. Jadi tuntutan kita tidak ada banyak perubahan, kami menuntut untuk Edy Mulyadi datang langsung ke Kaltim untuk meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan, datang sendiri atau difasilitasi pemerintah atau kepolisian,” bebernya kepada awak media.
“Akibat tindakannya perlu dikenakan hukum adat, kalau tidak mampu nanti akan dikenakan denda adat,” tambahnya.
Koordinator KMAKB ini juga mengancam akan menutup jalur distribusi pasokan batubara dari Kaltim jika tuntutan yang diajukan tidak diindahkan.
“Kami akan melakukan hal terkecil, dengan menutup atau memberhentikan pasoka energi batubara keluar dari Kaltim,” tegasnya.
Penulis: Erick
Editor: MH Amal