src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bisnis kayu Kehutanan yang digarap Peseroda KSDE di KM 0 IKN Kecamatan Sepaku PPU (foto: Istimewa/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Persero Daerah (Perseroda) Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (KSDE) Kukar mulai mengembangkan usahanya menggarap sektor kehutanan seiring perubahan status dari Perusda menjadi Perseroda.
“Waktu masih Perusda kita hanya fokus menggarap bidang kelistrikan dan SDE saja, sedangkan berubah menjadi Perseroda, boleh mengembangkan berbagai bidang,” jelas Plt Direktur Utama Perseroda KSDE, Arieffudin, kepada Headlinekaltim.co, Senin 8 Maret 2021.
Arief memastikan, pengembangan bisnis diluar kelistrikan sudah mendapatkan izin dari Bupati Kukar Edi Damansyah selaku pemilik saham terbesar dari Perseroda yaitu Pemkab Kukar.
“Termasuk, kita terjun dibisnis Kehutanan juga sudah mendapat izin dari Bupati,” ucapnya.
Bisnis kayu kehutanan dimulai sejak beberapa bulan terakhir. Saat ini, perseroda KSDE bekerja sama dengan PT ITCI Hutani Manunggal di Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan PT Surya Hutani Jaya dalam pembukaan lahan dan tanam bibit tanaman kayu industri.
Arief memberikan alasan, kenapa perseroda KSDE juga sudah meminimalisir bisnis kelistrikan dan energi, karena bisnis tersebut didominasi oleh PLN.
“Kalau jalankan bisnis jual beli listrik peluangnya sangat kecil, ” ucapnya.
Sedangkan, untuk terjun dibisnis energi lainnya, seperti batu bara, ini juga sedang lesu-lesunya bisnis batu bara. Pengalaman sebelumnya, banyak piutang yang tidak terbayarkan ke Perusda KSDE, saat tergiur bisnis emas hitam.
“Piutang yang belum terbayarkan ke perseroda KSDE sejumlah Rp 20 miliar, padahal kalau ini dibayarkan, akan dipergunakan sebagai tambahan modal dibisnis kehutanan dan sektor lainnya, ” jelasnya.
Arif berjanji, meski beberapa tahun terakhir memberikan sumbangsih deviden yang tidak banyak, ke depannya, penyetoran deviden akan dimaksimakan, demi menambah pundi Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kukar.
Penulis: Andri
Editor: Amin