src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Muhammad Azmy (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Menjadi bagian dari Paskibraka, tentu menjadi salah satu prestasi membanggakan sekaligus impian banyak generasi muda.
Namun, perlu perjuangan untuk bisa mencapai impian itu, dan tentunya melewati berbagai macam tahapan.
Seperti yang dirasakan oleh 2 orang Paskibraka yang masuk dalam tim inti pasukan pengibar bendera merah putih saat upacara peringatan HUT RI ke-76 yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Kaltim, Selasa 17 Agustus 2021.
Seperti Muhammad Azmy yang menjadi pelaksana tugas sebagai pembentang bendera merah putih, baik pada upacara kenaikan bendera dan penurunan bendera merah putih.
Pelajar SMAN 3 Samarinda yang duduk di bangku kelas 2 ini mengaku, perasaannya campur aduk sebelum upacara berakhir. Namun, dengan keyakinan yang dimiliki serta semangat dan suport yang diberikan oleh rekan satu tim, pelatih dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dirinya semakin percaya diri untuk menyelesaikan seluruh rangkaian upacara.
“Tadinya gugup. Tapi Alhamdulillah bersyukur sekali bisa terpilih sebagai Paskibraka dari perwakilan Samarinda. Dan seluruh rangkaian telah selesai, perasaannya bersyukur sekali. Bangga karena bisa membanggakan orangtua, sekolah dan terutama pelajar Samarinda,” ucapnya.
Azmy sapaannya, mengatakan, latihan yang dilakukan sebelum hari H sangat singkat, yakni hanya 10 hari, beberapa kendala sempat ia hadapi, lantaran kurang fokus.
“Kendalanya saya kurang fokus latihan, karena sangat singkat latihannya,” katanya.
Dikatakannya, untuk dapat bergabung dalam tim pasukan Paskibraka tingkat provinsi, dirinya telah melalui tahapan yang panjang, mulai dari seleksi di tingkat sekolah di kota Samarinda, hingga provinsi.
“Awalnya seleksi di tingkat kota kemudian di provinsi. Dan persiapan latihan sudah di mulai sejak bulan Maret di tingkat kota,” sebutnya.
Ternyata menjadi seorang Paskibraka adalah impian Azmy sejak kecil. Diakuinya, dirinya terinspirasi dari ayahnya yang juga pernah menjadi Paskibraka.
“Dari kecil sudah mengimpikan jadi Paskibraka. Ayah kebetulan juga anggota Paskibraka dulunya,” tutupnya.
Sementara rekannya yang juga tergabung dalam Paskibraka Kaltim, Delsy Agnesia juga mengaku perasaan yang campur aduk, menjadi bagian penting dalam upacara HUT RI ke-76.
“Ada rasa gugup, tapi sudah berdoa, yakin semua satu tim. Tadi malam juga sudah persiapan latihan dan selama seminggu lancar semua. Saya bangga dengan semua tim Paskibraka,” ucapnya.

Delsy Agnesia (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Dikatakan pelajar SMAN 5 Balikpapan ini, latihan yang mereka lewati sangat singkat, namun upaya keras bersama dengan tim dan semangat, akhirnya mereka dapat melewati proses rangkaian upacara dengan lancar.
“Latihan khusus memang sudah dipersiapkan walau singkat. Pasti ada kesulitan atau salah-salah, tapi di situ kita belajar dan berusaha memperbaiki kesalahan dan berusaha memberikan yang terbaik,” ujar pelajar yang diberi kepercayaan membawa baki bendera merah putih ini.
Penulis : Ningsih