25 C
Samarinda
Saturday, May 15, 2021

Kadinkes: Kalau Tidak Dibatasi Pasti Melonjak

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Fadillah Mante Runa memastikan angka penularan COVID-19 di Kaltim akan melonjak jika tidak dilakukan pembatasan dan larangan mudik lebaran Idulfitri tahun ini.

Walaupun, diakuinya, saat ini kurva perkembangan COVID-19 di Kaltim sudah melandai. “Pasti (naik). Persentase angka penularan ketika Idulfitri tahun lalu naik 10 persen, kembali naik saat libur Idulfitri jadi 20 persen. Iduladha tahun lalu dari 500 kasus, naik jadi 33 ribu kasus. Kemudian libur 17 Agustus tahun lalu naik lagi. Libur Oktober langsung naik dan puncaknya November kemarin. Pilkada dan Nataru ini puncak penularan COVID-19,” bebernya, pada awak media baru-baru ini.

Menurut dia, kebijakan pemerintah untuk melarang mudik adalah langkah yang benar dan tepat. Terlebih lagi jika berkaca dari kejadian di India yang lalai sehingga terjadi ‘tsunami’ corona.

Baca Juga  Siap Turun Lapangan, Pansus Aset Tindaklanjuti Temuan BPK

Dia menambahkan, program vaksinasi COVID-19, termasuk kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Mikro sangat efektif menekan penularan virus. Terbukti, setelah penetapan kebijakan PPKM mikro sejak Februari lalu, kasus COVID-19 di Kaltim menurun drastis. “PPKM ini menurut saya efektif,” katanya.

Baca Juga  Pindah Terminal, Bus Samarinda-Banjarmasin Sepi Penumpang

Disinggung soal distribusi vaksin COVID-19, Fadillah Mante Runa mengatakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah lebih 100 persen. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kaltim yang belum divaksin jumlahnya sekitar 2,6 persen.

“Jadi kita tahu pemutusan mata rantai COVID-19 ini hanya dengan 5 M. Di Kaltim jumlah penduduk kan 3,7 juta, tapi ada sekitar 2,6 persen yang belum divaksin, ” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar