src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jembatan Gantung Santan Ulu Segera Diperbaiki Demi Keselamatan Pengguna

Jembatan Gantung Santan Ulu Segera Diperbaiki Demi Keselamatan Pengguna

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 19:12 99 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jembatan gantung di RT 09 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar) yang selama ini menjadi akses penyeberangan anak-anak menuju sekolah dipastikan akan diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Kukar memastikan perbaikan menjadi solusi sementara, bukan pembangunan jembatan permanen baru.

Camat Marang Kayu, Ambo Dalle, mengatakan perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kelayakan dan keamanan jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Santan tersebut. “Solusinya hanya diperbaiki saja, agar jembatan gantung lebih layak,” ujar Ambo, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah bagian yang akan diperbaiki meliputi sling tali gantung, kereta penyeberangan, hingga pondasi pengikat sling. Perbaikan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih menggunakan fasilitas sepanjang sekitar 80 meter itu. “Secara kasat mata memang perlu perbaikan,” jelasnya.

Jembatan gantung tersebut diketahui dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 2017. Awalnya, fasilitas itu lebih banyak digunakan sebagai jalur pengangkutan hasil perkebunan kelapa sawit. Namun, keberadaan jembatan tersebut menjadi perhatian publik setelah diketahui juga digunakan anak-anak untuk berangkat ke sekolah. “Ada sekitar 10 anak yang mengandalkan aktivitas penyeberangan kereta gantung itu,” ungkap Ambo.

Menurutnya, anak-anak tersebut terpaksa menggunakan jalur tersebut karena alternatif jalan darat melalui jalan poros membutuhkan jarak tempuh lebih panjang, yakni sekitar 6 hingga 7 kilometer. “Risikonya juga ada karena Sungai Santan banyak buayanya,” katanya.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa pemerintah daerah belum dapat membangun jembatan permanen sebagai pengganti karena lokasi tersebut berada dalam kawasan budidaya kehutanan. Pemkab Kukar, kata dia, akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memastikan status kawasan tersebut.

“Demi keselamatan anak-anak, kami meminta kepada 12 kepala keluarga (KK) yang selama ini tinggal di pondok perkebunan sawit agar kembali ke rumah asalnya,” ujar Aulia.

Perbaikan jembatan gantung ini menjadi langkah awal pemerintah untuk mengurangi risiko keselamatan warga, khususnya anak-anak yang setiap hari harus melewati jalur penyeberangan tersebut. (Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x