src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Proses evakuasj jenazah MG (60) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh membusuk di sebuah rumah di Jalan Danau Toba Gang 4, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (29/10/2026) sore. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Seorang pria berinisial MG, berusia 60 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh membusuk di sebuah rumah di Jalan Danau Toba Gang 4, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis, 29 Oktober 2026 sore. Korban terakhir kali diketahui pulang dari rumah sakit pada awal pekan ini sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak keluarga.
Adik korban, Aliang, mengatakan penemuan itu bermula ketika dirinya sedang bersih-bersih pada Kamis sore. Ia menduga ada seseorang di dalam kamar, kemudian meminta bantuan orang lain untuk memeriksa lokasi tersebut. Saat diperiksa menggunakan senter, korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh membengkak.
“Tadi aku bersih-bersih. Kayaknya ada orang di atas. Ku panggil sebelah, tolong cek, di kamar itu ada orang kayaknya. Ku bawakan senter, ku suruh naik (lantai 2). Dilihatnya, katanya ada yang meninggal,” tutur Aliang.
Aliang mengaku terakhir kali mengetahui keberadaan kakaknya pada Senin malam. Saat itu, MG disebut baru pulang dari rumah sakit setelah mengurus keperluan BPJS. Setelah itu, ia mengira kakaknya berada bersama anak angkatnya sehingga tidak mengetahui bahwa MG berada di lantai atas rumah.
“Waktu itu Senin, dia ada datang, habis Magrib dia pulang dari rumah sakit, urus BPJS. Nah, ada yang lihat, katanya pulang malam Selasa. Habis itu aku enggak tahu lagi. Aku kira dia sama adik angkatnya, ternyata dia ada di loteng,” ujarnya.
Aliang mengatakan tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita kakaknya. Dia bilang, MG tidak banyak menceritakan kondisi kesehatannya kepada keluarga. Ia pun mengaku terkejut setelah mengetahui kakaknya ditemukan meninggal dunia.
“Enggak tahu, dia enggak ada ngomong, tertutup juga. Kita juga jadi agak susah, nggak tahu ceritanya, tiba-tiba dia langsung meninggal, kaget aku,” tutur Aliang.
Sementara itu, Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengatakan laporan penemuan jenazah diterima kepolisian sekitar pukul 16.30 Wita. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan mengevakuasi korban.
Berdasarkan perkiraan awal, korban telah meninggal sekitar lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan. Sofian menyebut proses evakuasi menghadapi kendala karena kondisi rumah yang sudah tua dan tangga yang cukup terjal. Kondisi jenazah yang telah membusuk juga menjadi perhatian petugas selama proses evakuasi.
Terkait penyebab kematian, polisi menduga sementara korban meninggal karena sakit. Petugas menemukan sejumlah obat yang diduga berkaitan dengan penyakit diabetes di lokasi kejadian. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. “Dugaan sementara korban sakit, ditemukan obat-obat yang diduga obat untuk penyakit diabetes,” ujarnya.
Sofian menambahkan, ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban masih dalam penyelidikan tim identifikasi atau Inafis Polresta Samarinda. Setelah penanganan di lokasi, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Retno)