src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jadwal Tasua dan Asyura 2026 versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Jadwal Tasua dan Asyura 2026 versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Jun 2026 11:32 29 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan awal tahun baru Islam pada 16 Juni 2026, sementara Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan sehari setelahnya. Perbedaan tersebut turut memengaruhi jadwal puasa Tasua dan Asyura.

Dilansir dari detikSumbagsel, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Penetapan itu didasarkan pada hasil pemantauan hilal yang telah memenuhi kriteria imkanur rukyat yang disepakati Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan Muhammadiyah yang juga menetapkan 1 Muharram 1448 H pada 16 Juni 2026. Sementara itu, Nahdlatul Ulama memiliki metode penetapan tersendiri sehingga menetapkan awal Muharram sehari lebih lambat.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Surat Penjelasan Rukyat Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 17 Juni 2026.

Perbedaan awal bulan Muharram tersebut membuat jadwal puasa Tasua dan Asyura antara pemerintah, Muhammadiyah, dan NU terpaut satu hari. Pelaksanaan ibadah sunnah tersebut dapat disesuaikan dengan pedoman yang diikuti masing-masing umat Muslim.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

Berikut rincian jadwal puasa Tasua dan Asyura 2026:

Otoritas/OrganisasiPuasa TasuaPuasa Asyura
PemerintahRabu, 24 Juni 2026Kamis, 25 Juni 2026
MuhammadiyahRabu, 24 Juni 2026Kamis, 25 Juni 2026
NUKamis, 25 Juni 2026Jumat, 26 Juni 2026

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin’an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah SWT.”

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ‘asyura sunnatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat puasa ‘Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Asyura memiliki sejumlah keutamaan, salah satunya menghapus dosa selama satu tahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Selain itu, puasa Asyura juga merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Ibnu Abbas RA meriwayatkan:

“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan bulan ini yakni Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun puasa Tasua merupakan ibadah yang pernah diniatkan Rasulullah SAW untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya. Hal itu sebagaimana sabdanya:

“Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah.” (HR Muslim).

Puasa pada bulan Muharram juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah yakni Muharram. Sebaik-baiknya salat setelah yang wajib adalah salat malam,” (HR Muslim).

Hari Asyura juga dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Musa AS berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT setelah diselamatkan dari musuh-musuhnya.

LAINNYA
x