src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Fadriansyah saat memantau proses PPDB di SMPN 1 Loa Kulu. (Foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022, SMPN 1 Loa Kulu mulai dipenuhi para pendaftar dari orang tua dan murid, meski PPDB juga dibuka secara online melalui link : //ppdb.kukarkab.go.id.
“Kedatangan orang tua untuk mendaftarkan anaknya secara online di Sekolah, tetap kami bantu untuk pendaftarannya,” sebut Kepala SMPN 1 Loa Kulu, Fadriansyah, Senin 27 Juni 2022.
Sekaligus pendaftaran online dan offline, sesi wawancara terhadap murid dan orang tua tetap dilakukan, untuk mengetahui kemampuan minat dan bakat anak, prestasi yang raih anak, hingga mengetahui apakah calon siswa yang mendaftar masuk golongan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Fadri merinci, untuk kuota siswa baru di SMPN 1 Loa Kulu sebanyak 192 siswa yang akan menempati ruang belajar sebanyak 6 sampai 7 kelas rombel. Bahkan SMP tertua di Loa Kulu tersebut, pernah alami kelebihan pendaftar.
“Tahun lalu, kami terima 210 siswa dengan 7 kelas dari semua jalur penerimaan,” ucap Fadriansyah yang pernah jabat Kepala SMPN 10 Loa Kulu ini.
Terkait zonasi SMPN 1 Loa Kulu meliputi Desa Loa Kulu Kota, Loh Sumber, Sepakat dan Panoragan. Tiap tahun kuota siswa baru selalu terpenuhi.
Fadri memperkirakan, total muridnya tembus 650 siswa, dengan tenaga guru PNS, ditambah guru Honor dan administrasi dengan total 46 personel SDM yang akan mengembangkan SMP 1 Loa Kulu.
“Kami meraih juara 2 Desain poster, pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional(FL2SN) SMP tingkat Kabupaten. Ekskul lainnya seperti Tari, Silat, Karate, TIK serta pengembangan minat dan bakat lainnya,” ucapnya.
Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Siswa Disdikbud Kukar, Kusrani menyebut, apa yang dilakukan SMPN 1 Loa Kulu sudah sangat tepat, membantu pendaftaran online, jika orang tua murid mengalami kendala teknis saat pendaftaran.
“Memang yang sering ditemukan kendala teknis pendaftaran, seperti gangguan jaringan internet dan server. Mungkin ada orang tua yang kesulitan maka wajib dibantu oleh sekolah,” ucapnya.
Kusrani yang juga jabat Ketua Panitia PPDB tingkat SMP merinci, PPDB berlangsung dari 27 Juni-2 Juli 2022, dengan empat jalur, zonasi sebanyak 50 persen, prestasi 30 persen, 15 persen Afirmasi dan 5 persen jalur pindahan.
“Prinsipnya, semua anak Kukar harus sekolah, ” pungkasnya. (Adv/Andri)