Beranda BUMI ETAM Hampir 5.000 Kasus COVID-19 di Kaltim, Pasien Meninggal Sudah 207 Orang

Hampir 5.000 Kasus COVID-19 di Kaltim, Pasien Meninggal Sudah 207 Orang

Sudah 199 Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Kaltim - kasus meninggal dunia
Andi M.Ishak
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kalimantan Timur hari ini, Sabtu 5 September 2020 tembus 4.943 kasus atau hampir tembus 5.000 kasus.

Kondisi peningkatan jumlah kasus tersebut merupakan hasil tracing kontak yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kalimantan Timur, Andi M Ishak menjelaskan peningkatan kasus ini perlu diimbangi upaya pencegahan penularan dengan hukuman yang lebih tegas.

Advertisement

“Perlu penguatan bagaimana meningkatkan kedisiplinan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Tidak cukup Imbauan sepertinya. Tapi tentunya juga diikuti tindakan-tindakan punishment atau hukuman lebih jelas. Baik itu hukuman secara sosial maupun hukuman administratif dan lainnya,” kata Andi.

Imbauan untuk melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 tak efektif karena terlihat masih terjadi kerumunan orang pada malam hari di kafe. Ini menjadi tempat potensial terjadi penularan virus tersebut apabila ada Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Ini dilakukan semata-mata menjaga kesehatan masyarakat sebenarnya. Meningkatkan supaya lebih disiplin dalam penegakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan meninggal hari ini sebanyak 8 kasus. Yaitu dari Balikpapan 6 kasus dan Samarinda 2 kasus. Sehingga total kasus meninggal di Kaltim sebanyak 207 kasus.

“Balikpapan 6 kasus yaitu BPN 1015 laki-laki 39 tahun, BPN 1866 laki-laki 59 tahun, BPN 1875 laki-laki 64 tahun, BPN 1908 laki-laki 71 tahun, BPN 1909 laki-laki 68 tahun dan BPN 2023 laki-laki 65 tahun,” kata Andi.

Adapun, 2 kasus meninggal di Samarinda yaitu SMD 1069 wanita 55 tahun dan SMD 1092 wanita 23 tahun. Keduanya miliki gejala infeksi saluran pernapasan akut.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement