src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ground breaking proyek RS Korpri. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim HM Sa’bani, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji dan pejabat OPD terkait memencet tombol penanda groud breaking RSUD Korpri Provinsi Kaltim di Jalan Wahid Hasyim I, Sempaja Selatan pada Senin 27 September 2021.
Hadir Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa, Kepala Bappeda Kaltim HM Sa’duddin, Direktur RSUD AW Syahranie dr David Hariyadi Masjoer, Direktur RSJD Atma Husada dr Jaya Mualimin.
Dibangun di atas lahan seluas 3.900 meter persegi, dengan RTH (koefisien dasar hijau) 30 persen yang terdiri dari area taman dan grass block. Nantinya, rumah sakit ini dapat menampung sebanyak 22 unit mobil dan 48 unit motor. Dengan status RS bertipe D.
Rincian spesifikasi bangunan terdiri dari 3 lantai. Yakni, pada lantai 1, luas total bangunan 1.726 meter persegi yang terdiri dari ruang IGD dan ruang Isolasi, ruang operasi, 5 ruang Poli Rawat Jalan, depo farmasi dan apotik, labolatorium dan mikrobiologi, radiologi, CSSD dan laundry.
Pada lantai 2 dan 3, total luas 1.726 meter persegi khusus untuk rawat inap. Jumlah bed sebanyak 80 tempat tidur. Sedang lantai 3, terdiri dari luasan 1.187 meter persegi, kantor pengelola dan ruang ICU.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, pembangunan RS Korpri ini, di Indonesia menjadi yang pertama. “Apa yang kita lakukan hari ini, kita punya niat termasuk melakukan rehabilitasi dan pembangunan RS AW Sjahranie. RS ini cukup representatif kalau sudah selesai. Rumah sakit Korpri kalau saya pelajari, di seluruh Indonesia belum ada yang membangun seperti ini. Ini namanya baru sementara, nanti namanya lain, ” ucapnya.
Dikatakannya, banyak usulan yang disampaikan masyarakat kepadanya terkait kebutuhan layanan kesehatan untuk penanganan pasien hemodialisa yakni pelayanan terapi cuci darah di luar tubuh. Pasalnya, di Samarinda sendiri, baru RSUD AW Syahranie yang menyediakan layanan tersebut. Akibatnya, RSUD AW Syahranie kewalahan.
“Saya dapat laporan perkembangan dari Pak Direktur RSUD AW Sjahranie. Di sana ada 50 unit mesin Hemodialisa, itu 3 shift berarti sehari 150. Bagaimana kalau rumah sakit ini kita menambah desain untuk bisa penanganan itu dan melayani penyakit lainnya, ” usulnya,” katanya.
Dia melanjutkan, diperlukan adanya layanan tambahan untuk terapi cuci darah. “Perkembangan kesehatan masyarakat dan perkembangan kondisi penyakit cuci darahnya ini bertambah kompleks, ” ujarnya.
Terkait dengan pembangunan RSUD Korpri, Gubernur Isran Noor juga sempat menyinggung soal target penyelesaian pada Desember 2021. “Penanganannya selesai tidak sampai Desember? Itu tinggal 3 bulan loh, efektifnya 2,5 bulan saja. Mestinya di awal diusulkan, tapi kalau sudah mau dibangun gini kita bisa mengubah, ” katanya.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda kembali meyakinkan publik bahwa pembangunan RSUD Korpri penuh dengan perencanaan matang sehingga dipastikan tidak akan menyebabkan banjir.
Termasuk dengan pengelolaan limbah media, telah dirancang sedemikian rupa guna menghindari terjadinya pencemaran lingkungan.
Soal banyaknya protes terkait pembangunan RSUD Korpri, Aji menyebut itu karena masyarakat tidak mengetahui detail spesifikasi pembangunan, sehingga berasumsi berlebihan.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal