src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gelora Kaltim Gelar Nobar Film Naga, Naga, Naga, Hadi Mulyadi dan Deddy Mizwar Sepakat Ada Episode di Kaltim

Gelora Kaltim Gelar Nobar Film Naga, Naga, Naga, Hadi Mulyadi dan Deddy Mizwar Sepakat Ada Episode di Kaltim

4 minutes reading
Friday, 24 Jun 2022 08:56 362 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Suasana XXI Big Mall Samarinda tadi malam berbeda dari biasanya karena kehadiran langsung aktor kawakan Deddy Mizwar di tengah-tengah penonton film Naga Naga Naga. Deddy juga pemeran utama film ini.

Film yang diputar sejak 16 Juni di seluruh bioskop di Indonesia ini menjadi salah satu film favorit karena sarat akan nilai-nilai kebangsaan. Banyak pesan persatuan dan “sentilan-sentilan” kepada pemimpin negara.

Bersama kader Partai Gelora Indonesia Kalimantan Timur dan Ketua DPW Hadi Mulyadi, Deddy Mizwar yang merupakan Kepala Bidang Seni Budaya dan Ekraf DPN Partai Gelora ini mengajak masyarakat untuk dapat mengambil pesan moral dari film tersebut.

Ketua DPW Gelora Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, pihaknya menggelar nonton bareng film Naga Naga Naga langsung bersama aktor utamanya, Deddy Mizwar. Sebelum nobar, digelar acara dialog kebudayaan yang dilaksanakan di Banana Cafe, Kamis 23 Juni 2022 sore.

Menurut Hadi, film Naga Naga Naga mengandung unsur nasionalisme dan cerita berbobot sehingga layak untuk ditonton.

“Yang paling penting dari Naga 1,2,3 adalah nasionalisme yang luar biasa. Beliau mengajarkan kita untuk mencintai sesama. Hubungan keluarga yang sangat rumit, tapi bisa diselesaikan secara arif. Ini film yang sangat berbobot luar biasa. Kita harus apresiasi,” ucapnya ditemui awak media usai nobar.

Dirinya menilai, banyak film karya anak bangsa yang saat ini memuat konten-konten yang luar biasa. Bahkan, tidak sedikit film yang diangkat dengan mengedepankan sisi seni budaya lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain.

“Saya kira film Indonesia tidak kalah dengan film yang lain dan kontennya yang luar biasa. Ini kita baru cerita 2 kota besar, Medan dan Jakarta, kita belum cerita Kalimantan Timur. Jadi saya berharap nanti Naga ke-4 di Kalimantan Timur,” katanya.

Ditanya mengenai isi konten film Naga Naga Naga yang juga mengkritisi pejabat pemerintah, Hadi Mulyadi yang juga Wakil Gubernur Kaltim ini mengaku tak risih.

Sebab, kata dia, sebagai eksekutif, dirinya terus berupaya melayani masyarakat. Walaupun, tidak semua upayanya maksimal karena adanya keterbatasan. Untuk itu, dirinya berharap adanya peran bersama masyarakat untuk membangun bangsa.

“Saya tidak pernah merasa khawatir dikritik karena saya selalu berusaha maksimal melayani masyarakat. Tapi memang tidak pernah bisa sempurna, tapi itu yang harus kita bangun kepada generasi muda untuk melanjutkan sisa usaha kita. Makanya kritik itu luar biasa, kita harus bekerja bersama, karena saya tidak bisa bekerja sendiri sebagai pemerintah,” ujarnya.

“Kenapa saya protes ada sebuah perusahaan yang tidak membantu Kaltim, kenapa? Karena kita tidak akan bisa membangun Kaltim kalau tidak ada kerjasama. Mudahan ini bisa jadi bahan,” sambungnya.

Deddy Mizwar mengapresiasi respon masyarakat Kalimantan Timur yang sangat antusias menikmati hasil karya-karya filmnya.

“Masyarakat Kalimantan Timur bisa mengapresiasi dan terinsipirasi, terhibur. Sekaligus bentuk nyata dukungan atas film Indonesia, mau datang malam Jumat nonton. Ini perlu dibangun bagaimana apresiasi kita terhadap Indonesia, kita harus jadi tuan rumah. Jadi harus ada dukungan dari masyarakat,” katanya.

“Saya juga setiap nonton film ini nangis juga rasanya. Itulah salah satu kehidupan kita, gembira, sedih, mencintai seseorang dengan keadaan tidak objektif juga. Makanya film itu refleksi realita, wajah kehidupan kita juga,” timpalnya.

Dia menyebut, ada dua hal yang membuat orang bertahan nonton di bioskop. Pertama, peristiwa realita yang dekat dengan kehidupan. Kedua,  mendapatkan sesuatu yang baru.  “Makanya dia bertahan, kalau tidak, susah. Artinya, film berdialog dengan masyarakat,” tuturnya.

Deddy memastikan, dirinya tidak akan lelah untuk terus berkarya melalui film. Sehingga film Naga Naga Naga akan tetap berlanjut.

“Harus ada lagi dari Kalimantan Timur nanti. Bisa jadi, Monaga jadi pengusaha batu bara,” katanya.

Untuk dunia perfilman ke depan, Deddy Mizwar berharap akan lebih berkembang dengan kemajuan teknologi saat ini. Berbagai ragam potensi dapat dikembangkan untuk memberikan warna pada industri perfilman.

“Kita berharap dengan teknologi yang semakin maju dan akses yang semakin terbuka, semestinya film Indonesia semakin maju dibanding dulu, di zaman saya masih muda. Apalagi materi membuat film sangat beragam di Indonesia, setiap daerah memiliki sesuatu yang khas yang tidak dimiliki berbagai negara,” katanya.

Apalagi Kalimantan Timur, lanjut dia, punya potensi lokal dengan keanekaragaman budaya, adat istiadat akan menjadi lebih menarik dikemas dengan film.

“Kalau bicara di Kaltim ini saja berapa banyak kultur, ragam yang ada. Ini adalah kekayaan, sumber industri kebudayaan, ekonomi kreatif untuk bagaimana kita bisa mengelola, menyampaikan dengan baik. Kita punya kesempatan 5 besar kekuatan dunia, harus percaya diri, karena semua tersedia,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x