src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gamalis: Peluang Investasi Harus Berdampak Langsung Buat UMKM Lokal

Gamalis: Peluang Investasi Harus Berdampak Langsung Buat UMKM Lokal

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Jun 2026 20:12 13 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kegiatan Fasilitasi Kemitraan Bidang Penanaman Modal dan Sosialisasi Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor 3 Tahun 2025 dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026 di Hotel Mercure Berau.

Kepala DPMPTSP Kalimantan Timur, Fahri Prima Laksana, mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperkuat ekosistem kemitraan usaha melalui penyediaan fitur kemitraan pada sistem Online Single Submission (OSS). Fitur tersebut dirancang untuk memudahkan pendataan, pemantauan, serta evaluasi kerja sama antara pelaku usaha besar dengan UMKM, sehingga kemitraan yang terjalin dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data realisasi investasi tahun 2025, Berau berhasil menempati peringkat pertama di Kalimantan Timur dari sisi persentase capaian investasi. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun, realisasi investasi di Kabupaten Berau mencapai Rp8,76 triliun atau setara 194,71 persen. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi daerah sekaligus keberhasilan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara usaha besar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Regulasi terbaru tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM lokal untuk terlibat lebih luas dalam rantai investasi dan kegiatan usaha yang selama ini didominasi perusahaan besar,” jelasnya.

Melalui kemitraan yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tumbuh menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

Gamalis juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI serta DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur yang terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Berau dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Gamalis mengungkapkan bahwa capaian investasi Berau dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Berau mencapai Rp8,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun.

“Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Berau tidak boleh terus bergantung pada sektor pertambangan sebagai penopang utama perekonomian. Menurutnya, penurunan kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi sinyal penting bagi daerah untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor alternatif seperti UMKM, pariwisata, perikanan, dan pertanian.

“UMKM harus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru. Karena selain mampu menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dirinya juga menyoroti besarnya potensi pariwisata Berau yang dapat dikolaborasikan dengan produk-produk UMKM lokal. Kekayaan alam yang dimiliki Berau merupakan anugerah yang harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Gamalis berharap para pelaku usaha dapat memahami berbagai peluang yang tersedia melalui skema kemitraan usaha, sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan besar maupun investor.

“Dengan dukungan regulasi yang semakin kuat dan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, UMKM Berau akan memiliki kesempatan lebih besar untuk naik kelas dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan investasi daerah,” pungkasnya. (Adv13/Riska)

LAINNYA
x