src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sholat Nisfu Syaban: Hukum, Waktu, Niat, Tata Cara dan Doa

Sholat Nisfu Syaban: Hukum, Waktu, Niat, Tata Cara dan Doa

5 minutes reading
Monday, 2 Feb 2026 11:35 132 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Malam Nisfu Syaban selalu menjadi perhatian umat Islam karena diyakini memiliki keistimewaan tersendiri. Pada tahun 2026, momen ini kembali dimanfaatkan banyak muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk dengan melaksanakan Sholat Nisfu Syaban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Dilansir dari detik.com, berdasarkan Kalender Hijriah 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah matahari terbenam. Artinya, Sholat Nisfu Syaban dapat mulai dikerjakan sejak waktu Magrib hingga malam hari.

Keutamaan malam Nisfu Syaban disebutkan dalam sejumlah riwayat hadits. Dalam salah satu keterangan yang dinukil dari Muadz bin Jabal RA, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah SWT memberikan ampunan kepada makhluk-Nya pada malam tersebut, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang menyimpan permusuhan. Hal inilah yang membuat malam ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan ibadah, termasuk Sholat Nisfu Syaban.

Dalam literatur klasik, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali menyebutkan adanya anjuran memperbanyak sholat sunnah pada malam Nisfu Syaban. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, ia menjelaskan bahwa muslim dianjurkan melaksanakan 100 rakaat sholat sunnah pada malam tersebut dengan bacaan tertentu di setiap rakaatnya. Pandangan ini menunjukkan bahwa Sholat Nisfu Syaban diposisikan sebagai bagian dari amalan sunnah pada malam yang dianggap memiliki keutamaan.

“Ada malam pertengahan Syaban (malam Nisfu Syaban). Pada malam itu, kaum muslim dianjurkan sholat 100 rakaat, di mana setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan 10 kali Al-Ikhlas,” kata Imam al-Ghazali.

Namun, tidak semua ulama sepakat mengenai adanya sholat khusus Nisfu Syaban. Ibnu Dihyah, misalnya, menyatakan bahwa tidak terdapat dalil shahih yang secara tegas menyebut adanya sholat khusus di malam tersebut. Meski demikian, perbedaan pendapat ini tidak menghalangi sebagian besar ulama salaf untuk tetap menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan sholat sunnah dan ibadah lainnya.

Ibnu Taimiyah juga menegaskan bahwa mengerjakan sholat sunnah pada malam Nisfu Syaban, baik secara sendiri maupun berjamaah, termasuk perbuatan yang baik apabila diniatkan sebagai ibadah sunnah. Dengan demikian, Sholat Nisfu Syaban tetap dapat dilakukan sebagai bentuk penguatan spiritual, selama tidak meyakini adanya kewajiban khusus yang bersifat mengikat.

Dari sisi waktu pelaksanaan, Sholat Nisfu Syaban dapat dikerjakan setelah sholat Magrib hingga menjelang Subuh. Pada tahun ini, umat Islam bisa mulai mengerjakan Sholat Nisfu Syaban sejak Senin malam, 2 Februari 2026. Waktu tersebut dianggap ideal untuk mengisi malam dengan ibadah, dzikir, serta doa.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Sebelum sholat Nisfu Syaban, umat Islam harus mengawalinya dengan niat. Berikut bacaan niat sholat Nisfu Syaban:

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini lillâhi ta’ala

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

Adapun, bagi yang tidak ingin mengkhususkan sholat malam Nisfu Syaban, bisa mengerjakan sholat malam seperti tahajud sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih. Menukil buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd Muqit, berikut bacaan sholat tahajud:

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban dari Awal hingga Akhir

Sholat Nisfu Syaban bisa dikerjakan sebanyak 100 rakaat menurut anjuran yang disampaikan Imam al-Ghazali. Berikut tata caranya:

1. Dikerjakan sebanyak 100 rakaat dengan dua rakaat satu salam (total 50 kali salam)
2. Membaca surah Al-Fatihah dan 10 kali surah Al-Ikhlas pada setiap rakaatnya

Adapun, tata cara sholatnya seperti sholat sunnah pada umumnya mulai dari niat, takbiratul ihram, hingga salam.

Doa Malam Nisfu Syaban

Selain sholat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada malam Nisfu Syaban. Mufti Betawi Syekh Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar, seperti dilansir MUI Digital, menuliskan bacaam doa malam Nisfu Syaban dengan lafaz berikut:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in’ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su’adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x