src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
(iStock/tortoon) HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Puasa sambil diet Ramadan kerap menjadi topik yang dipertanyakan banyak orang. Puasa sambil diet Ramadan dianggap sejalan dengan tren hidup sehat, sekaligus menjadi momen untuk menurunkan berat badan. Namun, puasa sambil diet Ramadan perlu dipahami secara benar agar tidak menggeser tujuan utama ibadah. Dalam praktiknya, puasa sambil diet Ramadan tetap diperbolehkan selama niat ibadah tetap menjadi landasan utama.
Dilansir dari CNN Indonesia, pembahasan mengenai puasa sambil diet Ramadan muncul dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong. Dalam sesi tersebut, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi yang merupakan Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung memberikan penjelasan terkait hukum puasa sambil diet Ramadan. Penjelasan ini menegaskan bahwa aspek niat menjadi penentu sah tidaknya ibadah puasa sambil diet Ramadan.
Menurut KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, puasa sambil diet Ramadan pada dasarnya tidak dilarang. Ia menyampaikan, “Itu hukumnya tidak apa-apa, asalkan niatnya jelas untuk berpuasa. Nah, puasanya puasa apa, puasa Ramadhan atau apa, harus jelas,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa puasa sambil diet Ramadan sah selama niat berpuasa karena Allah SWT tetap diutamakan.
Ia menambahkan, diet tidak perlu diucapkan dalam niat karena diet hanya menjadi dampak atau motivasi tambahan. “Yang penting niatnya bukan puasa untuk diet, tapi niat puasa karena Allah. Kalau niatnya untuk diet saja, itu bukan kepada Allah jadinya,” jelasnya. Dengan demikian, puasa sambil diet Ramadan tetap bernilai ibadah apabila orientasinya tidak bergeser dari tujuan spiritual.
Puasa sambil diet Ramadan juga kerap memberikan manfaat kesehatan. KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi menuturkan, “Kalau dampak puasa orang itu tambah sehat, positif, gula darah turun, memang itu efek dari orang puasa yang benar. Tapi niatnya tetap karena Allah SWT,” tuturnya. Manfaat kesehatan ini dinilai sebagai hikmah tambahan dari pelaksanaan puasa sambil diet Ramadan yang dilakukan dengan cara benar.
Secara hukum, puasa sambil diet Ramadan tidak bermasalah selama ibadah puasa tetap dipersembahkan kepada Allah SWT. Diet atau penurunan berat badan diposisikan sebagai bonus, bukan tujuan utama. Prinsip ini penting agar puasa sambil diet Ramadan tidak berubah makna menjadi sekadar aktivitas menahan makan demi kepentingan fisik semata.
Puasa sambil diet Ramadan pada hakikatnya tetap merupakan ibadah untuk melatih niat, mengendalikan diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Manfaat fisik yang dirasakan hanyalah bagian dari hikmah puasa yang menyertai ibadah tersebut. Dengan menempatkan niat pada posisi yang benar, puasa sambil diet Ramadan dapat dijalani dengan tenang, sah secara hukum, dan tetap bernilai ibadah.