24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Gaji 720 Eks Karyawan Belum Dibayar, DPRD Kukar akan Datangi PT FBS

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Meski perusahaan tambang batu bara besar bernama PT Fajar Bumi Sakti (FBS) dinyatakan bangkrut sejak 2016, ternyata masih menyisahkan hutang kepada mantan karyawannya yang berjumlah 721 orang yang bekerja di site Desa Loa Ulung Kecamatan Tenggarong Seberang.

Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, akan berusaha lagi, mendatangi manajemen FBS, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kasihan juga bertahun-tahun tidak ada kejelasan pembayaran gaji, padahal karyawan sudah bekerja cukup lama,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kukar, Alif Turiadi, saat menerima perwakilan eks karyawan PT FBS, Senin 14 Juni 2021, di ruang rapat Komisi I DPRD Kukar.

Meski sudah dinyatakan bangkrut menurut Alif, secara kasat mata, FBS masih punya aset di lahan dan pelabuhan yang ada di Loa Ulung, jika ini dikelola kan bisa menhasilkan dana buat bayar gaji eks karyawan FBS.

“Malahan, belum lama ini, kita melihat ada operasional batu bara lagi. Walau kita tidak tahu, siapa yang bertanggung jawab atas operasional tersebut,” jelasnya.

Alif meminta eks karyawan FBS untuk bersabar, mudah-mudahan secepat ada solusi yang terbaik, karena menyangkut nasib perekonomian ratusan karyawan dan keluarganya.

Sementara itu, mantan pengurus Serikat Buruh PT FBS, Iwansyah mengatakan, saat ini ada perusahaan yang sudah bermitra dengan PT FBS, apakah mitra tersebut, mau menyelesaikan nasib 727 karyawan PT MHU, yang belum dibayarkan gajinya.

“Total tunggakan gaji yang belum dibayarkan PT FBS sebesar 26 Milyar,” keluhnya.

Iwansyah menyambung, pernah juga para eks karyawan, terima penjualan aset alat berat PT FBS, akan tetapi nilainya sangat kecil dan tidak manusiawi.

“Jual aset alat berat senilai Rp 90 juta, dan ini dibagikan kepada 700 karyawan, tiap karyawan hanya terima Rp 90 Ribu saja, ” ucapnya.

Cerita menyedihkan juga disampaikan, mantan karyawan bernama Ujang, melalui istrinya bercerita sambil menangis, suaminya sudah bekerja di perusahaan tambang besar tersebut sejak 1983. Dan dipaksa pensiun dini oleh perusahaan pada tahun 2016, dengan janji perusahaan akan diberikan uang pensiun.

“Sampai sekarang saya belum terima uang pensiun dari PT FBS, padahal sudah mengabdi selama 33 tahun. Pernah mendapatkan panggilan, ambil uang sebesar 90, saya kira Rp 90 juta ternyata hanya Rp 90 Ribu saja, ” ucapnya. (Advertorial/Andri)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU