Beranda EKONOMI Ekonomi Kaltim Triwulan I Tumbuh 1,27 Persen

Ekonomi Kaltim Triwulan I Tumbuh 1,27 Persen

Ekonomi Kaltim Triwulan I Tumbuh 1,27 Persen - headlinekaltim.co
Ekonomi Kaltim Triwulan I Tumbuh 1,27 Persen
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I 2020 tumbuh positif 1,27 persen melambat dibanding periode sebelumnya. Namun, capaian ini relatif lebih baik di tengah merebaknya Covid-19 dibanding daerah provinsi lain yang menglami kontraksi.

“Memasuki Juni 2020, keyakinan masyarakat terhadap ekonomi Kaltim juga mulai membaik. Ini terlihat dari peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen dalam Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk S. H Cahyono dalam rilisnya, Jumat 10 Juli 2020.

Dikatakan Tutuk, sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di pulau Kalimantan, dinamika Kaltim secara langsung akan mempengaruhi Kalimantan.

Advertisement

“Ketergantungan terhadap lapangan usaha pertambangan menjadikan kemampuan fiskal Kaltim turut bergerak senada dengan performa tambang,” kata Tutuk.

Lebih lanjut, Tutuk mengatakan di tengah situasi ekonomi Kaltim tersebut, batu bara maupun Crude Palm Oil (CPO) yang dimiliki cukup potensial untuk dikembangkan.

“CPO harus terus dikembangkan hingga produk turunannya seperti B30 dan industri makanan. Begitu juga dengan batu bara, minyak dan gas sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, harus diperpanjang rantai industrinya melalui hilirisasi,” ujar Tutuk.

Selain itu, lokasi geografis Kaltim membuka peluang untuk tercipta green industry seperti pengolahan mineral, gasifikasi batubara, ataupun pengolahan biodisel hingga energi bersih untuk ibu kota negara.

“Di tingkat nasional, pemerintah pusat memiliki rencana untuk mengembangkan PLTA di seluruh Indonesia sehingga pengembangan green industry memiliki prospek cukup baik,” jelas Tutuk.

Baca Juga  Warga Kutim Positif Covid-19 Sepulang dari Kota Bangun

Tutuk menjelaskan Kaltim memiliki 5 lokasi potensial investasi hydro dengan kapasitas total sebesar 1,1 Giga Watt. Disamping fokus menggali potensi investasi, persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) juga berperan penting untuk keberlanjutan industri.

“Untuk itu perlu persiapan dini kapasitas SDM lokal sehingga nantinya sudah siap untuk menjadi agen penerima transfee ilmu,” katanya.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement