src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ekonom Unikarta: Kukar Jangan Berharap Retribusi, Maksimalkan BLUD Pendulang PAD

Ekonom Unikarta: Kukar Jangan Berharap Retribusi, Maksimalkan BLUD Pendulang PAD

2 minutes reading
Wednesday, 4 Mar 2026 20:19 35 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat rapat kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang optimalisasi pelayanan publik dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menyusun rencana kerja 2027, Guru Besar Fekon Unikarta Prof. Dr. Iskandar menyayangkan pengelolaan PAD masih minim.

“PAD Kukar tidak tembus Rp 1 triliun, sedangkan kebutuhan belanja saja mencapai Rp 12 triliun, ini tekor,” kata Iskandar, Rabu 4 Maret 2026.

Saat ini, penderitaan Kukar bertambah karena transfer Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke daerah menurun drastis. Kata dia, Pemkab Kukar belum punya terobosan besar. “Jika punya terobosan besar, siapa tahu PAD Kukar bisa tembus Rp 2 triliun,” ungkapnya.

Dia memberikan saran kepada OPD teknis agar jangan haya mengejar sekotr PAD kecil seperti retribusi parkir kendaraan. Kukar bukan seperti Kota Balikpapan dan Samarinda dengan pusat perbelanjaan banyak dan aktifitas ekonomi yang padat.

Pemkab tidak bisa juga mengandalkan dividen dari Perusda karena sejumlah Perusda baru saja dinyatakan “sehat”. Sebelumnya, banyak Perusda terlibat masalah. “Yang bisa dilakukan untuk mendulang PAD adalah bagaimana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bisa jalan maksimall karena terbukti mampu sumbang PAD,” jelasnya.

Iskandar mencontohkan, tiga RSUD Kukar berstatus BLUD mampu mendulang PAD sampai Rp 300 miliar. Begitu juga dengan Puskesmas yang sudah berstatus BLUD. Usaha yang dijalankan mampu mengumpulkan pendapatan sendiri.

“Puskesmas Muara badak Samboja punya unit usaha sewa mobil ambulan, Puskesmas Loa Janan punya bisnis jasa akupuntur. Puskesmas Rapak Mahang punya usaha penanganan jantung,” jelasnya.

Rapat kerja lintas OPD dipimpin langsung Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna. Kegiatan ini menampung saran dan masukan dari akademisi dan menjadi evaluasi dan catatan untuk rapat kerja selanjutnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x