src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan(DPK) Kukar, Muslik.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kukar berkomiten mewujudkan program nelayan tangguh, tetapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Hal ini dikatakan Kepala DPK Kukar, Muslik, Jumat 6 Maret 2026.
Dia mengatakan, sejumlah program dilakukan untuk meningkatkan daya saing ekonomi sektor perikanan serta memantau rantai pasokan dan hilirisasi produk perikanan. Targetnya, lahir 12.000 nelayan budi daya perikanan yang produktif. “Kami rutin lakukan pembinaan dan pendampingan kepada nelayan,” ucap Muslik.
Tantangan yang dihadapi, tambah Muslik, adalah proses regenerasi nelayan sangat sulit. Anak muda zaman kini lebih senang bekerja di perusahaan dari pada memilih jadi nelayan. Selain itu, sulit juga mewujudkan kampung nelayan.
Sedangkan hilirisasi terkendala bahan baku pakan ikan yang harganya lumayan tinggi. “Harga pakan ikan yang tinggi sehingga dihadapkan pada bahan pakan ikan yang belum memenuhi standar,” keluhnya.
DPK punya program strategis mulai pengadaan sarana produksi perikanan, pengembangan kluster budi daya, operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI). Dengan fokus penyaluran sarana produk kepada pelaku usaha perikanan, jaringan irigasi tersier pintu air tambak. “Lokasinya di seluruh wilayah sektor perikanan, seperti Marang Kayu, Muara Badak, Anggana serta kecamatan yang ada di Hulu Mahakam,” ucapnya.
Dia mengaku butuh dukungan instansi lainnya. Seperti Dinas Pekerjaan Umum, Disperindag, dan Dinas Koperasi dan UMKM. “Bahkan kami butuh dukungan KSOP soal perizinan nelayan. Pertamina dalam hal penyediaan energi BBM, serta PLN menyediakan jaringan listrik wujudkan kampung nelayan,” pungkasnya.(Andri)