src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DPUPR PPU Edi Hasmoro. (Teguh/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan tidak ada yang ditunda meskipun APBD 2021 diperkirakan akan mengalami defisit sebesar Rp 500 miliar lebih.
Dikatakan Kepala DPUPR PPU Edi Hasmoro, seluruh paket proyek yang ditangani Bidang Bina Marga, Bidang Cipta Karya, dan Bidang Pengairan akan tetap ditender sesuai jadwal.
“Semua ditender, tidak ada paket proyek yang ditunda pengerjaannya,” ungkap Edi Hasmoro, Kamis 19 Agustus 2021.
Tak tanggung-tanggung, tahun 2021 ini DPUPR akan melelang 276 paket proyek. Dinas ini mendapatkan total anggaran sebesar Rp 429 miliar untuk pendanaan proyek dan operasional.
Untuk memastikan tidak ada paket proyek yang ditunda pengerjaannya, pihaknya menempuh langkah untuk mengurangi volume sejumlah paket proyek.
“Rata-rata dikurangi volumenya proyek jalan. Kami melakukan pengurangan volume maksimal 30 persen. Kalau berkaitan dengan pembangunan gedung, itu tidak bisa dikurangi,” jelas Edi.
Selain proyek pembangunan gedung yang tidak dikurangi volumenya, Edi Hasmoro memastikan, proyek yang bersumber dari aspirasi atau pokok pikiran (pokir) anggota DPRD PPU tak akan mendapat pengurangan volume.
“Kalau pokir, tidak berani kami kurangi volumenya,” bebernya.
Edi Hasmoro tak memaparkan secara detail paket proyek mana saja yang dikurangi volumenya. Ia hanya menyebutkan total anggaran DPUPR yang dipangkas.
“Anggaran DPUPR yang dikurangi Rp 35 miliar dari Rp 429 miliar,” pungkasnya.
Penulis: Teguh
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim