src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi chamber atau bilik disinfektan kendaraan yang rusak. (teguh) HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Sebuah bilik disinfektan khusus kendaraan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hancur tertabrak oleh truk tronton pengangkut barang pada Senin 9 Agustus 2021 malam.
Bilik tersebut berada di depan pintu masuk pelabuhan penyeberangan feri Penajam –Balikpapan. Tronton sendiri bermuatan mesin milik perusahaan tambang batu bara.
Dijelaskan Kasatlantas Polres PPU AKP Alimuddin hal itu terjadi akibat kelalaian. Tak ada unsur kesengajaan. Supir truk salah memperkirakan ketinggian muatan dengan ketinggian bilik disinfektan.
“Menurut pengakuan supir, dia berpatokan pada tinggi plafon pada kapal feri penyebrangan. Info yang dia dapat, chamber itu lebih tinggi dari plafon fery” jelas AKP Alimuddin, Selasa 10 Agustus 2021.
Terkait kelanjutan dari peristiwa ini, pihaknya hanya melakukan mediasi antara pemilik perusahan logistik dan dinas terkait.
“Setelah kejadian, kita sudah mediasi antara penabrak dan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD),” tambahnya.
“Mediasi tadi malam belum selesai karena dari pihak perusahaan logistik hanya supir truk tersebut. Kebijakan dari dinas terkait, supir melanjutkan perjalanan dan mediasi dengan pemilik perusahaan logistik akan dilakukan hari ini,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan PPU dr. Janse Grace Makisurat mengatakan bahwa perusahaan ekspedisi harus mengganti rugi bilik disinfektan yang rusak.
“Kalau kita berbicara aset, itu harus diganti. Tetapi jika melihat urgensinya kita meminta perusahaan ekspedisi itu untuk memindahkan chamber yang rusak agar tidak menganggu kelancaran lalulintas,” ungkapnya.
Saat disinggung soal ganti rugi, dr. Grace mengatakan kedua pihak harus duduk bersama. “Tadi malamkan hanya supirnya, bukan pemilik kendaraan. Yang pasti kita harus duduk bersama. Kalau pemerintah maunya ya diganti seperti semula,” pungkasnya.
Penulis: Teguh
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim