src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Doa-Doa Mustajab Nabi Adam AS Memohon Ampun

Doa-Doa Mustajab Nabi Adam AS Memohon Ampun

4 minutes reading
Friday, 23 Aug 2024 10:16 447 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kisah perjalanan hidup manusia pertama, Nabi Adam AS, menjadi salah satu cerita yang penuh pelajaran bagi umat manusia. Salah satu aspek paling mendalam dari perjalanan tersebut adalah kisah tobat Nabi Adam dan Hawa setelah mereka melanggar perintah Allah SWT. Doa memohon ampunan yang diucapkan oleh Nabi Adam AS dikenal sebagai salah satu doa yang mustajab, dan menjadi contoh yang relevan hingga saat ini dalam kehidupan spiritual umat Islam.

Kisah tobat Nabi Adam dan Hawa tercatat dalam beberapa surah Al-Qur’an, seperti Al Baqarah, Al A’raf, dan Taha. Salah satu ayat yang menarasikan peristiwa ini adalah dalam surah Al A’raf ayat 22-23. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menggambarkan bagaimana Nabi Adam dan Hawa menyesali tindakan mereka setelah tergoda oleh setan untuk mendekati pohon terlarang.

Allah SWT berfirman:

وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّكُمَآ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ٢٢ قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٢٣

Artinya: “Tuhan mereka menyeru mereka, ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?’ Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.'” (QS Al A’raf: 22-23).

Ayat ini menunjukkan pengakuan Nabi Adam dan Hawa atas kesalahan mereka, serta ketergantungan total mereka kepada rahmat dan ampunan Allah SWT. Mereka menyadari bahwa tanpa pengampunan dari-Nya, mereka akan menjadi golongan yang merugi.

Doa tobat yang diucapkan oleh Nabi Adam AS menjadi doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Doa ini bukan sekadar permohonan ampun, tetapi juga menunjukkan beberapa elemen penting dalam berdoa dan bertobat kepada Allah SWT.

Dijelaskan dalam Mausu’at Ad-Du’a karya Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni yang diterjemahkan Abdul Rosyad dikutip Detik.com, doa Nabi Adam AS mengandung sejumlah hal penting. Berikut di antaranya:

  1. Pengakuan sebagai Hamba Allah: Nabi Adam AS memulai doanya dengan kalimat رَبَّنَا“Rabbana” yang berarti “Ya Tuhan kami.” Ini merupakan pengakuan bahwa mereka adalah hamba Allah yang bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
  2. Pengakuan atas Dosa: Kalimat “ẓalamnā anfusanā” ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا menunjukkan bahwa Nabi Adam dan Hawa mengakui kesalahan mereka, bahwa mereka telah menzalimi diri sendiri dengan melanggar perintah Allah.
  3. Permohonan Ampunan dan Rahmat: Doa ini juga mengandung permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan ampunan dan rahmat-Nya, tanpa kedua hal tersebut, mereka menyadari bahwa mereka akan menjadi golongan yang merugi.
  4. Kepasrahan kepada Allah: Doa ini menunjukkan sikap pasrah dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, sebuah sikap yang harus diteladani oleh setiap umat Islam ketika memohon ampunan.

Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS sebagaimana Dia berfirman,

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٣٧

Artinya: “Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah: 37)

Doa Nabi Adam dalam Kehidupan Umat

Doa tobat Nabi Adam AS tidak hanya relevan dalam konteks kisah Nabi Adam dan Hawa, tetapi juga menjadi doa yang sering dipanjatkan oleh umat Islam hingga saat ini. Doa ini mengandung kekuatan spiritual yang besar karena merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Allah SWT dan permohonan ampunan yang tulus.

Bahkan, doa ini juga dipanjatkan oleh para nabi setelahnya. Nabi Musa AS, misalnya, memohon ampunan kepada Allah SWT dengan lafaz yang mirip ketika menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Dalam surah Al Qasas ayat 16, beliau berdoa:

رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ

Rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS Al Qasas: 16).

Demikian pula dengan Nabi Yunus AS yang berdoa di dalam perut ikan paus dengan kalimat yang juga mengandung pengakuan atas dosa dan permohonan ampunan:

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al Anbiya’: 87).

Doa tobat para nabi tersebut mustajab. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ، إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوْتِ: أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ إِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Artinya: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) saat ia berada dalam perut ikan adalah ‘Bahwa tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang zalim’ (QS Al Anbiya: 87). Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan doanya tersebut.” (Dinyatakan shahih oleh At-Tirmidzi)

Artikel Asli baca di Detik.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x