src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris DPMD Kukar Zulkipli. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tahun ini, program bantuan untuk RT se- Kutai Kartanegara sebesar Rp 50 juta bakal bergulir. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kukar membatasi belanja kendaraan operasional berharga mahal dan mendahulukan kegiatan untuk masyarakat.
“Ada RT yang usulkan pengadaan motor Yamaha NMAX, tapi kami batasi hanya sampai motor yang 125 cc saja, entah itu manual atau matik, ” ucap Sekretaris DPMD Kukar, Muhammad Zulkipli, Senin 31 Januari 2022, di ruang serba guna kantor Bupati Kukar.
Menurutnya, harga motor NMAX di kisaran Rp 30-35 juta per unit. Kebutuhan masyarakat yang vital seperti infrastruktur hanya mendapatkan dana sisa. “Kalau motor 125 cc harganya Rp 15-20 juta, kan lumayan yang Rp 30 juta sisanya untuk kegiatan yang lainnya, ” sebutnya.
Zulkipli meminta kendaraan operasional RT tersebut tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan pribadi Ketua RT. Apalagi dibuat untuk angkut kayu dan kelapa sawit. “Motor tersebut untuk membantu masyarakat dan kegiatan RT,” sebutnya.
Dana sebesar Rp 50 juta per RT, terang dia, bukan dalam bentuk uang segar. Namun, dalam bentuk program kegiatan yang dikoordinir dengan pihak kecamatan. Total se- Kukar sebanyak 3.138 RT.
“Nanti juga akan diseleksi, jika SK Ketua RT nya per Desember 2020 ke atas, maka tidak bisa diakomodir, ” sebutnya.
Dana Rp 50 juta, lanjutnya, bisa juga dipergunakan untuk pendataan, perawatan kendaraan operasional, peningkatan infrastruktur, pembinaan masyarakat, pelayanan kegiatan sosial, hingga bantuan kecil-kecilan untuk warga yang ingin berusaha.
Bupati Edi Damansyah menggulirkan program tersebut sebagai bagian dari penghargaan kepada Ketua RT yang merupakan ujung tombak pelayanan. “Ada yang jabat ketua RT sampai 20 tahun lebih, ini harus kita apresiasi dalam bentuk program. Apalagi tugasnya juga amat berat, semua laporan warga masuk ke ketua RT. Ada yang pacaran tengah malam di rumah kosong saja, lapor ke ketua RT, ” jelasnya.
Edi meminta kepada Camat untuk bisa mendampingi dan mengawasi program tersebut ketika sudah digulirkan. “Kerjakan yang prioritas saja untuk rakyat, sesuaikan kondisi RT masing-masing, ” pintanya.
Penulis: Andri