src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> BUMDes dan Koperasi Berebut Jatah Bungkil Sawit PT Rea Kaltim

BUMDes dan Koperasi Berebut Jatah Bungkil Sawit PT Rea Kaltim

2 minutes reading
Tuesday, 25 May 2021 22:27 729 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Perselisihan soal pembagian jatah bungkil limbah sawit dari Perusahaan PT Rea Kaltim Plantation di Kembang Janggut terjadi antara BUMDes setempat dengan Koperasi Lamin Talihan.

DPRD Kutai Kartanegara akhirnya harus menengahi persoalan tersebut. Proses mediasi berlangsung di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa 25 Mei 2021, dipimpin Wakil Ketua DPRD  Kukar Siswo Cahyono, serta anggota DPRD Hamdiyah dan Betaria Magdalena.

Kades Kembang Janggut Yadi mengatakan, BUMDes BUMBUMDpunya hak yang sama mendapatkan hak jatah bungkil limbah sawit dari perusahaan Rea Kaltim demi kelangsungan bisnis BUMDes.

“Jangan hanya didominasi oleh satu lembaga saja, pembagian bungkil bisa merata untuk empat desa di Kembang Janggut dan Koperasi Lamin Telihan Bersinar,” ucap mantan Ketua Panwaslu Kukar ini.

Siswo mengatakan, sangat wajar Kades memperjuangkan agar BUMDesnya memperoleh keuntungan lewat kegiatan pengelolaan bungkil sawit. “Yang diminta, pembagian merata untuk BUMDes Kembang Janggut, Muai, Kelekat dan Sungai Pinang, ” ucap politisi PKB ini.

Siswo menyebut, sebetulnya sudah ada pertemuan  tentang pembagian jatah bungkil yang difasilitasi oleh Muspicam Kembang Janggut. Dengan pembagian Koperasi Lamin Talihan jatah 40 persen, sedangkan masing-masing desa mendapatkan 15 persen.

“Saya berharap, sama-sama saling menerima sesuai kesepakatan yang sudah dibuat. Jangan ada lagi gesekan antarmasyarakat di Kembang Janggut, ” harap Siswo.

Terkait jatah bungkil lebih besar ke Koperasi Lamin Telihan Bersinar, dinilai wajar. Sebab, koperasi tersebut yang merintis usaha sedari awal pada 2015.

Awalnya, bungkil sawit tidak dilirik sebagai prospek bisnis. Dalam perjalanan waktu, ternyata memiliki nilai ekonomi yang lumayan. “Saya minta juga kepada Rea Kaltim untuk komitmen terhadap pembagian Bungkil yang disepakati. Dan bisa juga menggulirkan program-program pemberdayaan masyarakat, ” jelasnya.

Perwakilan PT Rea Kaltim, Boy mengatakan, target produksi bungkil sekali rotasi mencapai 150 ton. “Menyesuaikan kondisi dilapangan, bisa juga alami penurunan,” bebernya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x