24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Berinovasi, Dispar Kaltim Sebar Informasi Lewat Podcast ‘Paradise of the East’

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur memiliki 154 objek wisata yang tersebar di berbagai daerah. Namun, sejak 2020, pandemi COVID-19 memukul sektor pariwisata.

Penurunan pendapatan daerah dari sektor ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam menurunkan angka penularan COVID-19 melalui kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Objek wisata terpaksa ditutup.

Namun, di tengah pandemi ini, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur tidak berarti “menganggur”.  Justru, inovasi lahir di tengah keterbatasan.

Buktinya, Dispar terus mengabarkan perkembangan dan isu-isu berkaitan dunia pariwisata di Kalimantan Timur lewat medium digital dan konsep yang lebih milenial. Ya, Dispar kini tengah menggarap podcast ‘Paradise of the East’.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran, Restiawan Baihaqi, Senin 20 September 2021, di kantornya yang berlokasi di Jalan Jenderal Soedirman No. 22, Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda.

“Kita menggunakan podcast sebagai media online untuk penyebaran berita dan informasi pariwisata karena dengan podcast pembahasan kontennya jauh lebih spesifik dengan narasumber yang kompeten. Selain itu, rekamannya juga dapat diputar berulang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, podcast garapan dinasnya ini menggandeng Komunitas Pariwisata Exotic yang aktif di lapangan serta menyebarkan informasi pariwisata Kalimantan Timur melalui media sosial.

“Podcast yang kita jalankan kemarin berkaitan dengan tema peran komunitas terhadap pariwisata. Lebih banyak membahas aktivitas komunitas Exotic. Harapannya dapat menjadi tambahan informasi bagi masyarakat,” bebernya.

Ke depannya, lanjut dia, konsep podcast ini akan mengundang berbagai narasumber berkompeten untuk meningkatkan penyebaran informasi pariwisata Kalimantan Timur.

“Ke depannya tidak hanya komunitas yang menjadi pembicara, tetapi berbagai pihak yang kompeten membahas pariwisata,” tutupnya.

Penulis: Erick

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU