src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Belum "Tempur" kok Mundur! Cerita Guru P3K Ajukan Pindah Tugas dari Lokasi Ngajar

Belum “Tempur” kok Mundur! Cerita Guru P3K Ajukan Pindah Tugas dari Lokasi Ngajar

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jun 2022 21:17 775 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Thauhid Afrilian Noor pusing. Sejumlah guru yang diangkat dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) mulai mendatangi dirinya.

Mereka meminta pindah tugas mengajar dari lokasi penempatan yang sudah di-SK-kan oleh Pemkab Kukar. “Sudah ada beberapa guru yang datanginya minta pindah tugas mengajar, ” sebut Thauhid, Jumat 24 Juni 2022 sore.

Mantan Kadis Pariwisata Kukar tersebut menyebut, alasan para guru yang mengajukan pindah tugas adalah persoalan klasik. Tempat tugas yang terlalu jauh. Ada alasan lain, sekolah lama masih membutuhkan karena kekurangan guru. “Saya tolak permintaan para guru P3K,” sebutnya.

Thauhid menolak permintaan tersebut karena seleksi guru P3K dilakukan secara terbuka oleh  Pemerintah Pusat via aplikasi daring. “Si pemohon sendiri yang memilih lokasi sekolahnya. Giliran sudah lulus dan terima SK, malah minta pindah tugas. Jika mengundurkan diri dari P3K, maka akan di-black list dan tidak boleh mendaftar lagi jika ada seleksi, ” ucapnya.

Soal alasan sekolah lama masih membutuhkan guru, terang Thauhid, itu bukan ranah guru P3K. Disdikbud-lah yang akan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Belum lagi ada yang mengeluh bahwa sebelum jadi P3K sudah membangun rumah, jika harus bertugas keluar, maka biaya rumah akan semakin membengkak, ” sebutnya.

Sebetulnya, bukan hanya guru P3K saja yang mengajukan pindah tugas. Banyak guru PNS yang minta pindah tugas. Disdikbud harus mempertimbangkan alasan kemanusiaan.

“Ada guru PNS perempuan habis operasi besar, dia harus berangkat dengan jarak 40 KM dari rumahnya ke sekolahan. Dalam sehari dia menempuh perjalanan 80 KM pergi pulang mengajar, kan kasihan juga, ” ucapnya.

Persoalan mendistribusikan guru di Kukar, sebut Thauhid, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ini seperti mengurai benang kusut. Guru Kukar lumayan banyak. Berstatus PNS sebanyak 6.000 orang, guru honorer sebanyak 5.000 orang, serta 612 guru P3K.

“Guru di Tenggarong jika ditempatkan daerah jauh dan terpencil seperti di Tabang biasanya tidak mau. Solusi idealnya, harus guru orang lokal yang akan mengisi kekurangannya, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x