src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Edi Damansyah. HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Upaya pelestarian bahasa Kutai bagi generasi pelajar, Pemkab Kukar resmi melaunching pelajaran Bahasa Kutai masuk dalam kurikulum muatan lokal di sekolah belum lama ini.
“Kita akan bahas kalender pendidikan, termasuk penerapan bahasa kutai jadi kurikulum Mulok sekolah,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, belum lama ini.
Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan Disdikbud lagi, akan lakukan perdalaman materi lagi, dengan rapat koordinasi khusus dengan bidang internal terkait pemantapan kurikulum.
“Penerapannya Mulok bahasa Kutai tidak bisa sekaligus, bertahap saja, yang penting hasilnya sempurna nanti, ” terangnya.
Pembahasan lainnya, soal buku panduan guru mata pelajarannya, termasuk buku pelajaran bagi pelajar. Logat kutai, lanjutnya, pihaknya akan membakukannya jadi satu. Bila berbeda-beda justru agak repot.
Thauhid yang pernah jabat Sekretaris Dinas Pariwisata(Dispar) Kukar ini menambahkan, yang dinilai paling penting, adalah bagaimana mempersiapkan tenaga pengajarnya. Pihaknya pun akan mengadakan pelatihan khusus bahasa Kutai terlebih dulu untuk guru.
“Nantinya akan kita tentukan lagi, siapa guru-guru yang akan mengikuti pelatihan perdana kursus bahasa Kutai, termasuk mempersiapkan mentornya. Makanya saya bilang prosesnya bertahap,” pungkasnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan dirinya akan berusaha memperjuangkan bahasa Kutai masuk ke dalam kurikulum SMA dan SMK, meski kewenangannya jenjang tersebut, ada di Disdikbud Kaltim.
“Kita sudah melaunching bahasa kutai masuk kurikulum sekolah di Kukar, ini bagian dari komitmen bersama melestarikan budaya kutai dikalangan pelajar, ” jelasnya. (Adv/Andri)