src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pj Bupati Kukar Chairil Anwar. (foto: Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pendapatan daerah yang berasal dari Dana Bagi Hasil(DBH) Migas Tahun 2021, anjlok. Plt Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar memberikan sinyal adanya kegiatan pembangunan yang bakal dikurangi sebagai imbas dari hal tersebut.
“Sudah ada resmi suratnya dari Pemerintah Pusat, yang tadinya diproyeksi pendapatan DBH Kukar tahun 2021 dari Rp 4,8 triliun, turun drastis menjadi Rp 3,6 triliun, ” ucap Chairil saat ramah tamah bersama petani Loa Lepu Tenggarong Seberang, Senin 9 November 2020.
Chairil mengutarakan, pendapatan Kukar sebanyak 85 persen mengandalkan DBH. Sedangkan harga minyak dunia hanya di bawah 50 dolar Amerikan per barelnya.
“Pendapatan Kukar pernah besar saat harga minyak dunia tembus 80 USD per barelnya, kisaran harga 55 USD saja itu sudah ada kenaikan lumayan, ” sebut Chairil.
Dia memperkirakan, kondisi Kukar pada 2021 bakal sama nasibnya seperti periode 2014-2015. Pendapatan dari DBH saat itu juga anjlok.
Selain Kukar, Provinsi Kaltim juga mengalami penurunan DBH pada tahun depan dengan kisaran Rp 4 triliun.
“Daerah yang mengandalkan pembagian DBH pasti alami penurunan. Diperparah dengan dampak COVID-19 yang membuat perekonomian indonesia menurun, ” ucap mantan Pj Bupati Kukar periode 2015 ini.
Chairil memastikan, beberapa program kegiatan pembangunan bakal terkoreksi. Pemkab akan memilah-milah mana yang harus didahulukan dan ditunda guna menyesuaikan kondisi keuangan.
Chairil juga meminta kepada masyarakat bisa mahfum jika tahun depan minim program pembangunan. Namun, ada beberapa item kegiatan belanja yang masih aman. “Untuk bayar gaji ASN dan bayar operasional kantor masih aman, Insya Allah, ” tukasnya.
Penulis: Andri
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim