src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Prosesi pemakaman dengan adat kesultanan. (andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Prosesi pemakaman almarhumah Ratu Kerajaan Kutai Kartanegara, Adji Ratoe Prabu Ningrat berbalut adat kesultanan.
Tampak hadir Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dan pejabat penting daerah. Edi mengaku punya kenangan tentang sosok Ratu.
Dia menyebut, almarhumah sangat cinta terhadap rakyat Kukar. “Pesan almarhumah yang sering disampaikan ke saya, jangan lupakan rakyat,” tutur Edi, Senin 20 Desember 2021.
Edi mengatakan, dirinya bersama keluarganya sering bersilaturahmi dengan Ratu. Terkecuali sejak pandemi COVID-19 merebak.
“Saya sangat kehilangan sosok Ratu, sebagai orang tua yang memberikan nasihat kepada saya dan keluarga, ” ucapnya.
“Saya berdoa, semoga almarhumah husnul khatimah, ” sambungnya.
Mewakili kerabat Kesultanan Kutai, Dedi Hartono merasa kehilangan sosok yang dituakan setelah mangkatnya Sultan AM Salehuddin II. Kedua sosok ini menjadi perekat dan kerap menasihati agar menjaga persatuan antarkeluarga kerajaan.
“Beliau juga berpesan, meski kita keturunan Raja, tetaplah bersahaja dengan rakyat, jangan sombong jaga adab dan adat. Sejajarlah dengan rakyat biasa, ” sebutnya.
Dedi menyebut, almarhumah sosok tegar dan pejuang. Kehilangan ayah karena diculik oleh penjajah Belanda saat masih belia. Ratu tumbuh menjadi tulang punggung keluarga.
“Almarhumah adalah cucu terakhir Kerajaan Berau. Beliau pernah tinggal di Belanda selama lima tahun, ” pungkasnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal