src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wabup Gamalis saat meninjau abrasi di Pulau Derawan. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis beserta jajaran meninjau abrasi yang terus menghantui Pulau Derawan, baru-baru ini.
Akibat abrasi yang terus terjadi, banyak fasilitas di pulau wisata tersebut tergerus seperti landasan helipad, lapangan voli, serta bangunan pentas seni yang kini tenggelam.
“Disarankan kita ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltara,” tutur Gamalis kepada awak media, Rabu 24 Maret 2022 lalu.
Dikatakannya, persoalan yang menimpa di Pulau Derawan telah menjadi perhatian sejak lama. Pada tahun 2011 rencana untuk mengatasi abrasi dan akhirnya itu di-pending sampai hari ini, sementara abrasi terus berlangsung.
“ini Insyaallah akan kita mulai telusuri dari awal lagi,” pungkasnya.
Dijelaskannya, mulai dari perencanaan sampai realisasi, pemkab sudah bekerja sama dengan pihak BWS Kaltara.
“Yang paling kita khawatikan, kalau masalah ini tidak kita atasi dan kita biarkan, maka pulau akan bergeser terus ke sana. Kalau ini betul terjadi pergeseran, apakah sumber air di bawah tanah ini akan ikut bergeser,” jelasnya
Asisten II Setda Berau, Agus Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya akan memulai lagi berkoordinasi ke BWS wilayah 5.
“Jadi kita akan serahkan bagaimana penanganannya kepada yang lebih ahli,” tuturnya
Ia melanjutkan luasan pulau kini sudah berkurang 5 hektare dalam waktu 20 tahun. Dulu, luas wilayah Pulau Derawan 43 hektare. Sekarang tinggal 38 hektare
“Bayangkan saja jika 20 tahun ke depan 5 hektare lagi, padahal yang tergerus ini ialah aset berharga,” ucapnya.
Ia menyampaikan akan melakukan kajian ulang karena kajian sebelumnya sudah tidak relevan lagi. “Itu kajian 11 tahun yang lalu dan sudah berkurang 5 hektare. Pengkajian ini terbilang telat karena masih debatable dengan pihak lingkungan dan ada beberapa kewenangan yang berubah,”ujarnya.
Sementara, Pemkab Berau tidak bisa berbuat banyak karena ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Pusat.
“Kita tidak bisa apa-apa kita. Kita tidak punya kewenangan,” tutupnya.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim