23 C
Samarinda
Thursday, February 2, 2023

75 PNS Pemprov Kaltim Berprestasi Terima Penghargaan Puluhan Gram Emas  

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bisa “selamat” hingga di penghujung tugasnya. Sebab, kata dia, ada PNS yang dalam tugasnya tidak memberikan prestasi hingga jelang masa purnatugas.

Hal itu disampaikannya pada acara penyerahan penghargaan kepada 75 orang PNS yang berprestasi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Acara dilaksanakan di Pendopo Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 26 Oktober 2021.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada 75 PNS tersebut merupakan hal yang wajar dan pantas sebagai penghargaan Pemprov DKI atas tugas-tugas yang telah dilaksanakan.

“Penghargaan itu tidak berarti apa-apa, hanya sebagai simbol prestasi PNS. Tapi, penghargaan yang sesungguhnya adalah negara banyak mendapatkan hasil kerja Bapak Ibu sekalian. Itu penghargaan tidak tertulis dan tidak terbuka secara publik. Dan menurut saya, tidak semua ASN, PNS yang bisa selamat sampai ujung tugas sebagai PNS sehingga harus disyukuri,” ujarnya.

Dikatakan orang nomor satu di Kaltim ini, penghargaan tersebut diberikan atas kebijakan yang diambil oleh Pemprov Kaltim sendiri.

“Itu sebenarnya kebijakan penghargaan prestasi bukan hal baru, tapi sudah lama. Dulu saya sempat mendapatkan namanya penghargaan tali asih. Saya sempat mendapatkan Rp 52 juta, dulu oleh kebijakan pemerintah. Tapi tali asih itu dihentikan, padahal itu suatu yang bagus, memberikan penghargaan pada PNS yang sudah lama kerja. Maka dicari cara staf saya, Sekdaprov dan Asisten, jalannya supaya kita bisa menghargai ASN yang bekerja baik di lingkup Pemprov,” bebernya.

Penghargaan yang diberikan, kata Isran, adalah berupa emas kadar 99 persen seberat 50 gram. “Kita tidak berikan uang, tapi dalam bentuk emas. Emasnya asli 99 persen,” katanya.

Masih lanjut dia, sebagai seorang PNS, ketika memasuki masa pensiun tetap akan menerima penghasilan pensiunnya, sesuai dengan masa kerja dan jabatannya untuk setiap bulannya. Dan itu kata dia, juga sebagai bentuk penghargaan kepada PNS.

“Kalau masa kerja 30 tahunan, yang diterima Rp 4 jutaan. Kalau saya pensiun paling terima Rp 3,5 juta, karena tidak sampai 30 tahun. Pensiun sebagai pejabat negara, Bupati atau Walikota Rp 1,8 juta. Tidak tahu kalau pensiun Gubernur berapa kah? Halus (kecil, Red) saja daripada PNS. Tapi apapun yang diberikan, tetap harus disyukuri,” ujarnya.

Terkait dengan tali asih PNS, Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Diddy Rusdiansyah menyebut penghargaan itu hanya berbeda penyebutan saja.

“Beda penyebutan saja. Dulu namanya tali asih, sekarang diwujudkan sebagai prestasi PNS yang berprestasi. Jadi ukuran utama itu, seseorang tidak kena disiplin sampai dengan akhir karirnya, itu sudah suatu prestasi yang besar. Itu filosofinya dan ditambah dengan prestasi lain. Kita membagikannya menjelang yang bersangkutan pensiun, karena masa disiplin itu sepanjang waktu, jangan sampai di pertengahan jalan diberi penghargaan malah tambah kacau. Bentuknya adalah yang kekal abadi, kalau tidak dijual. Diukur masa pengalaman kerja, sehingga ada yang dapat rata-rata 35 gram sampai 50 gram. Kalau 70 gram sudah jabatan utama semua. Itu wajar,” katanya.

Terkait dengan alasan Pemprov Kaltim memberikan penghargaan dalam bentuk barang berupa emas, Diddy Rusdiansyah mengatakan, emas sebagai barang yang “abadi” dan menjadi kenang-kenangan yang sangat berharga dibandingkan dengan bentuk uang tunai.

Di setiap daerah sendiri, kata dia, memberikan penghargaan kepada PNS-nya dengan berbagai macam cara dan bentuk.

“Tidak ada yang bertolakbelakang dengan aturan, yang penting kita tidak memberi duit. Kita memberi dalam bentuk barang. Ini sudah banyak yang menerapkan, tapi formatnya beda-beda,” katanya.

Pemberian penghargaan prestasi pada PNS di lingkup Pemprov Kaltim ini akan kembali dilakukan pada akhir November, kepada sebanyak  76 orang PNS dan awal Desember 38 PNS.

Penulis: Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -