Beranda BUMI ETAM 20 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim Hari Ini

20 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim Hari Ini

Pasien Gejala Berat Nambah Terus, COVID-19 Kaltim Sudah 5.181 Kasus - headlinekaltim.co - terkonfirmasi positif
Andi M Ishak
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per tanggal 30 September 2020 bertambah 213 kasus. Sementara pasien yang sembuh bertambah 251 orang.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 , total kasus positif COVID-19 di Kaltim hingga kini mencapai 8.651 kasus dan yang telah pulih sebanyak 5.772 orang.

Sementara kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal bertambah 20 kasus. Artinya, total 332 kematian hingga hari ini.

Advertisement

20 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim Hari Ini

Jumlah kasus positif baru tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 943 sampel. Dengan pertambahan itu, jumlah spesimen yang telah diperiksa di Kaltim totalnya mencapai 59.171 spesimen.

Penambahan kasus positif baru paling banyak dilaporkan di wilayah Samarinda yaitu 75 kasus, disusul Balikpapan 72 kasus, Kutai Kartanegara 35 kasus, Kutai Timur 13 kasus, Kutai Barat 13 kasus dan Paser 5 kasus.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kalimantan Timur, Andi M Ishak mengatakan Kota Balikpapan menjadi wilayah dengan kasus meninggal paling banyak yaitu 12 kasus pada hari ini.

“Kota Samarinda yang melaporkan paling banyak pasien pulih hari ini yaitu 103 orang telah sembuh,” kata Andi.

Sebaran kasus positif COVID-19 di Kaltim mulai dari Balikpapan 3.052 kasus, kemudian Samarinda 2.604 kasus dan Kutai Kartanegara 1.223 kasus.

Pasien sembuh paling banyak dilaporkan di Balikpapan 2.074 kasus, Samarinda 1.697 kasus dan Kutai Kartanegara 692 kasus.

Tingginya peningkatan terkonfirmasi positif COVID-19 ini jadi perhatian Satgas dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.

Penularan dan penyebaran virus masih terjadi. Karena itu, bagi masyarakat agar tidak lalai dan mengabaikan anjuran pemerintah.

“Siapa saja sekarang bisa tertular. Kami ingatkan agar masyarakat jangan mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.

Pemerintah terus berupaya menemukan masyarakat yang terpapar sehingga penularan bisa diminimalisir bahkan dicegah. Seperti menggencarkan cara tracing.

“Kita tidak mau COVID berkepanjangan di Benua Etam. Makanya, ikuti protokol kesehatan. Mulai menjaga jarak dan tidak berkumpul, mencuci tangan dan menggunakan masker setiap harinya,” jelasnya.

Penulis : Amin

Komentar