30.8 C
Samarinda
Wednesday, February 28, 2024

Tak Punya Kuota, SD MI Al-Kamal 1 Palaran Izinkan Siswanya Belajar di Sekolah

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Di masa pandemi Covid-19, banyak keluhan terkait metode pembelajaran daring yang menyisakan kegelisahan para orang tua siswa.

Wiwik (39) warga Jalan KS Tubun, Kelurahan Dadimulya adalah salah satu orang tua yang memiliki dua anak. Saat ini, mereka belajar secara daring.

Ia mengaku kesulitan ketika ada tugas yang diberikan pihak sekolah lantaran ia kurang memahami penggunaan ponsel pintar.

“Anak saya dua. Yang satu SMA, satunya SD. Sejak pandemi kemarin sekolah dari rumah. Saya sendiri agak repot karena belajar harus pakai HP yang android, secara saya tidak mengerti menggunakan, jadi anak-anak dibelikan HP sendiri dan mereka mengerti, terus belajar sendiri. Kalau sekolah kan selalu kasih tugas harian, terus difoto, dikirim ke grup sekolah,” katanya.


Merespon banyak orang tua gelisah ketika anaknya belajar via Daring, SD MI Al-Kamal 1 Palaran yang berada di Jalan Trikora, Kelurahan Handil Bakti, Kota Samarinda memberikan kemudahan bagi siswanya dengan belajar langsung di sekolah.

“”Sekolah kami masih menerima anak-anak yang punya kendala dalam belajar, seperti tidak mempunyai kuota, tidak punya HP atau orang tua bekerja. Anak-anak bisa belajar di sekolah, langsung diajar oleh gurunya, tapi tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Yayuk, Kepala SD MI Al-Kamal 1 Palaran pada headlinekaltim.co.

Menurut dia, anak-anak yang belajar di sekolah dibatasi dan dibagi jadwal. Setiap harinya sekitar 3 siswa sampai 5 siswa tetap belajar di sekolah.

“Mulai kelas 4 sampai kelas 6, biasanya ada 2 sampai 5 orang siswa yang belajar di sekolah. Kalau kelas 3 ada 2 orang siswa. Kelas 1 ada 2 orang siswa. Sebelumnya di kelas 4 itu ada 2 orang yang ke sekolah tapi mungkin orang tuanya sekarang sudah punya HP, jadi tidak ke sekolah lagi,” lanjutnya.

Di awal mulai diterapkannya belajar Daring, kata Yayuk, ada beberapa orangtua siswa yang datang mengeluh.

“Sempat ada dua orang orangtua siswa yang merasa keberatan dengan belajar. Selebihnya menerima,” lanjutnya.

SD MI Al-Kamal 1 sendiri memiliki 102 siswa, terbanyak di kelas 3 sebanyak 30 siswa.

Penulis: Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -