src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Hamparan Zona 2 TPA Sambutan yang telah tertata dengan lapisan pelindung dan instalasi pendukung, siap digunakan dalam waktu dekat. (ns)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memastikan Zona 2 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan segera difungsikan dalam waktu dekat. Targetnya, area baru tersebut mulai digunakan pada pertengahan Juli mendatang untuk menampung sampah harian kota.
Kesiapan ini terlihat dari progres pekerjaan di lapangan yang kini memasuki tahap akhir. Sejumlah infrastruktur utama telah rampung, sementara pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyempurnaan teknis.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, menyebut bahwa fasilitas pendukung utama seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan area pembuangan di Zona 2 pada dasarnya sudah siap digunakan.
“Ini pekerjaan tahap penyempurnaan, kayak IPAL kan sudah terbangun, zona 2 sudah siap fungsi,” ujarnya usai mendampingi Walikota Samarinda, Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat meninjau lokasi, Rabu 24 Juni 2026.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada optimalisasi sistem agar operasional berjalan maksimal. Salah satu yang dilakukan adalah pendalaman lagoon atau kolam penampungan air untuk mendukung aliran air secara gravitasi tanpa bergantung pada pompa.
Selain itu, material tanah hasil pengerukan juga dimanfaatkan untuk memperkuat sejumlah titik di area TPA yang dinilai rawan, guna meminimalisir risiko longsor.
Dengan progres tersebut, DLH optimistis Zona 2 bisa segera dimanfaatkan sesuai jadwal yang telah direncanakan. “Kemudian rencana nanti kita pertengahan Juli kita sudah, saya sudah konsultasi dengan Pak Wawali, kita akan memanfaatkan di zona 2,” kata Suwarso.
Pemanfaatan Zona 2 ini nantinya akan menjadi fokus utama pembuangan sampah baru. Sistem yang diterapkan pun mulai beralih ke metode yang lebih tertata dibanding sebelumnya.
Sementara itu, Zona 1 yang selama ini digunakan akan mulai ditutup secara bertahap. Penutupan dilakukan menggunakan tanah urukan berlapis untuk memastikan area tersebut lebih aman dan terkendali. “Zona 1 juga bakal ditutup menggunakan tanah urukan, dilapisi-lapisi gitu,” jelasnya.
Meskipun segera dioperasikan, Zona 2 diperkirakan hanya mampu menampung sampah dalam jangka waktu terbatas. Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 600 ton per hari, kapasitas zona tersebut diproyeksikan akan penuh dalam waktu sekitar satu tahun.
Karena itu, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah lanjutan dengan merancang pengembangan zona berikutnya. “Dari PUPR juga akan membuat perencanaan untuk zona 3,” pungkas Suwarso. (ns)