src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Setelah menjadi sorotan akibat keterbatasan fasilitas, SD Filial Birang akhirnya mendapat titik terang soal ruang belajar siswa. PT Tanjung Redeb Hutani (TRH) menyatakan komitmennya membangun gedung sekolah untuk memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan keberadaan SD Filial Birang memang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat. Sekolah tersebut dibentuk sebagai bagian dari SD Negeri 01 Birang untuk mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang berada jauh dari sekolah induk.
“Selama ini, kondisi kegiatan belajar mengajar siswa filial dinilai tidak ideal seiring bertambahnya jumlah peserta didik,” ungkapnya.
Mardiatul menjelaskan, sekolah filial bukanlah sekolah yang berdiri sendiri, melainkan masih berada di bawah naungan SDN 01 Birang. Namun, keberadaannya tetap dibutuhkan karena faktor jarak dan akses membuat siswa tidak memungkinkan seluruhnya belajar di sekolah induk.
“Filial ini sejak awal memang dibuat untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, tentu kebutuhan terhadap ruang belajar yang layak juga semakin mendesak,” jelasnya.
Sebelum muncul komitmen pembangunan gedung, Dinas Pendidikan Berau sempat mencari alternatif dengan memindahkan para siswa ke sekolah induk menggunakan bus sekolah gratis. Skema tersebut bahkan telah disimulasikan untuk melihat kemungkinan penerapannya.
Namun, setelah dibahas bersama pihak sekolah dan komite, opsi tersebut akhirnya dinilai kurang efektif. Faktor jarak dan kondisi akses menjadi pertimbangan utama sehingga pembelajaran di lokasi filial tetap harus dipertahankan. “Alternatif menggunakan bus sekolah sudah kami coba kaji. Tetapi setelah melihat kondisi di lapangan dan berdiskusi dengan komite, pilihan itu belum menjadi solusi yang tepat. Karena itu, keberadaan sekolah filial tetap diperlukan,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat juga sempat berinisiatif membangun ruang belajar secara swadaya. Upaya itu menjadi gambaran kuat besarnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
Titik terang akhirnya muncul pada 28 Juli 2026. PT TRH datang ke Dinas Pendidikan Kabupaten Berau dan menyampaikan komitmennya untuk membantu menyediakan gedung sekolah bagi siswa SD Filial Birang. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi kabar baik setelah berbagai pihak berupaya mencari solusi atas persoalan pendidikan di wilayah tersebut.
“Ini tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Kami mengapresiasi PT TRH yang merespons kebutuhan masyarakat dan bersedia membantu menyediakan gedung sekolah. Perhatian media dan masyarakat juga turut mendorong persoalan ini hingga akhirnya mendapatkan solusi,” tuturnya.
Tidak sekadar menyediakan satu ruang belajar, pembangunan yang direncanakan PT TRH akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Fasilitas tersebut direncanakan mencakup ruang kelas untuk siswa kelas I hingga kelas VI serta satu ruang guru. Dengan demikian, nantinya akan tersedia tujuh ruangan yang dapat menunjang proses belajar mengajar di SD Filial Birang.
“Rencana pembangunannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan yang disampaikan di lapangan. Jadi bukan hanya satu ruang kelas, tetapi mencakup ruang belajar kelas satu hingga kelas enam dan satu ruang guru,” terangnya.
Ia menegaskan, pembangunan gedung tersebut tidak serta-merta mengubah status SD Filial Birang menjadi sekolah yang berdiri sendiri. Untuk sementara, sekolah tetap berstatus filial negeri di bawah SDN 01 Birang.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Berau tetap membuka peluang agar ke depan sekolah tersebut dapat berkembang menjadi sekolah negeri mandiri. Proses itu akan dilakukan secara bertahap dengan memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku. (Riska)