src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota DPRD Kukar, Sri Muryani saat reses di Desa Muai Kembang janggut.(sumber : Ist/Sri Muryani)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tidak ada perubahan bertahun-tahun. Infrastruktur dasar masih terbatas. Itu yang dialami wilayah Kecamatan Kembang Janggut. Saat ini, dibutuhkan jembatan oleh masyarakat Desa Muai-Perdana.
”Belum lama ini saya reses, masyarakat minta dibangunkan jembatan yang menghubungkan Desa Muai dengan Perdana,” ucap Sri, Kamis 19 Februari 2026.
Sri mengatakan, sangat wajar masyarakat minta dibangunkan jembatan penghubung karena mereka kesulitan jika ingin berobat menuju fasilitas kesehatan. Harus menggunakan kapal feri penyebrangan. Ini sangat menyulitkan ketika malam hari.
”Tiba-tiba mendadak sakit di malam hari, harus cari kapal feri yang stand by, beruntung kalau ada. Kalau tidak ada, masyarakat menjadi korban, tidak bisa berobat, dan meninggal dunia di perjalanan,” jelas kader Golkar Kukar ini.
Selain itu, menyebdrang melalui kapal feri butuh biaya lumayan mahal. “Untuk mobil sekali menyebrang tarifnya Rp 50.000. Motor dipungut Rp 10.000. Khusus pelajar Rp 5.000. Kalau pulang pergi sudah berapa. Pelajar harus siap Rp 10.000 bolak-balik. Biaya hidup masyarakat lumayan besar,” tegasnya.
Jika tidak bisa dibangunkan jembatan permanen, Sri menawarkan opsi subsidi silang antara perusahaan dan pemerintah. Misalnya kapal disediakan Dishub, sementara BBM ditanggung perusahaan atau sebaliknya.
Satu jembatan lagi yang dibutuhkan warga, menurut Sri, adalah menghubungkan Desa Kahala dengan Jalan Buak menuju Kutai Barat. Jika tidak ada jembatan, daerah tersebut akan sulit berkembang. ”Untuk jalan dalam Kahala memang sudah ada yang kondisi semenisasi, akses menuju Kahala yang payah,” jelasnya.
Masyarakat Kahala juga butuh jalan bagus menuju desa Lamin Telihan karena jalannya sangat rusak parah. ”Ada sekitar 600-700 meter di jalan penghubung tersebut\ yang butuh disemenisasi,” pungkasnya.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar Linda Juniarti membenarkan bahwa wilayah Kukar hulu membutuhkan objek vital jembatan penyebrangan, seperti di Kembang Janggut, Kenohan dan Tabang. ”Kami sudah petakan kebutuhan jembatan berapa untuk wilayah hulu, untuk pembangunannya terkendala efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.(Andri)