24.4 C
Samarinda
Wednesday, February 21, 2024

Pengamat: Pengunduran Diri Isran dari Nasdem Bisa Jadi Terkait Dukungan Pilpres dan Nasib IKN

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA–Pengunduran diri Isran Noor dari posisi Ketua DPW Nasdem Kalimantan Timur cukup mengejutkan. Terlebih jika dihadapkan dengan agenda Pemilu 2024 yang tinggal hitungan bulan dan Pilkada pada November 2024.

Dalam pandangan pengamat dari Universitas Mulawarman, pengunduran diri mantan Gubernur Kaltim dari partainya ini bisa dilihat dari sudut pandang kepentingan dukung-mendukung salah satu pasangan Capres-Cawapres.

“Itu bisa saja, kita tahu bersama kalau kedekatan Isran Noor dengan Prabowo Subianto. Bahkan, Ketua Gerindra Kaltim Andi Harun tidak akan maju (pilkada, Red.) kalau Pak Isran maju lagi,” kata Budiman kepada headlinekaltim.co, Sabtu 11 November 2023.

Diketahui, Nasdem menjadi motor penggerak koalisi bersama PKS dan PKB dalam mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024.

Budiman juga melihat adanya kepentingan yang seakan meminta Isran menegaskan posisi dukungannya terkait legacy Presiden Joko Widodo yakni IKN Nusantara di Kaltim.

Meskipun Jokowi telah menegaskan akan bersikap netral di Pilpres 2024, banyak yang meragukan komitmen tersebut. Terlebih, Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming, putra kandung Jokowi. Keduanya adalah pasangan yang paling mungkin diharapkan Jokowi memastikan kelanjutan pembangunan IKN.

Dalam kapasitasnya selama menjabat Gubernur Kaltim, Isran Noor berkali-kali mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke IKN.

Bahkan, dengan nada bercanda, Isran Noor mendoakan warga yang menolak pembangunan IKN jadi pendek umur alias cepat meninggal dunia.

“Saya sampaikan ini kepada seluruh pihak karena masih ada orang yang tak setuju, masih ada yang komentarnya miring-miring bahwa IKN belum saatnya pindah. Banyak. Di sini enggak ada, di sana. Hati-hati anda, bisa pendek umurnya,” kata Isran, dalam sebuah kesempatan.

Isran menyebut berbagai alasan penolakan IKN tak masuk akal. Salah satunya, IKN ditolak karena alasan ekonomi negara tidak kuat. Menurut dia, alasan itu tak bisa diterima. Isran menjelaskan, hanya Rp100 triliun dari sekitar Rp 500 triliun dana pembangunan IKN yang berasal dari APBN.

Dalam konteks pencalonan di Pilkada, November 2024 mendatang, apakah pengunduran diri Isran ini tak merugikan dirinya?

Menurut Budiman, Isran pasti sudah mengalkulasi langkah politiknya dengan matang. Dia merupakan politikus yang banyak makan asam garam dan manuvernya cukup sulit ditebak.

”Kemungkinan juga dia tetap dapat garansi dari Gerindra sebagai pengusung di Pilkada sebelumnya,” kata dosen FISIPOL Unmul ini.

Pada Pilkada tahun 2018 silam, pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi didukung Gerindra, PKS dan PAN Kaltim.  ”Bisa jadi juga dia akan segera berpindah perahu atau partai baru,” tukas Budiman lagi.

Sebelumnya, Sekretaris DPW Nasdem Kaltim Fatimah Asyari membenarkan surat pengunduran diri Isran Noor yang beredar luas ke publik. ”Benar, Mas,” katanya lewat pesan WhatsApp saat diminta konfirmasinya.

Ditanya soal adanya latar kepentingan pada Pilpres 2024 di balik pengunduran diri sang ketua, Fatimah menjawab dipomatis. “Dalam surat pengunduran diri beliau sudah menyampaikan semata-mata karena kesibukan dan keterbatasan waktu,” tegas Fatimah, Sabtu 11 November 2023. (huldi amal)

 

 

 

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -