23.2 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Unmul Bentuk PPIIB LP2M, Bakal Jadi Etalase Hasil Riset dan Inovasi Dosen hingga Mahasiswa

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) membentuk Pusat Produk Inovasi dan Inkubator Bisnis (PPIIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul.

Dibentuknya lembaga ini karena mempertimbangkan beragam produk inovasi dan hasil penelitian dari civitas akademica, selama ini, kerap tak terdengar gaungnya di masyarakat.

Beragam hasil penelitian dan karya inovasi dosen dan mahasiswa hanya dinikmati dan beredar secara terbatas. Padahal, banyak yang sangat berguna bagi masyarakat.

Semisal pupuk organik, Aplikasi Jalan Kita, vitamin ikan, minuman dan makanan herbal perkuat imun, teknologi tepat guna dan lain sebagainya.

Kehadiran PPIIB LP2M Unmul ini juga akan berperan mengembangkan hasil inovasi dan penelitian dosen dan mahasiswa dalam bentuk produk yang layak jual sehingga bisa mudah dinikmati masyarakat.

Kepala Pusat PPIIB LP2M Unmul, Dr. Hadi Pranoto, SPMP mengatakan, selain sebagai pusat database, lembaga ini juga akan menjadi pusat kerja sama dengan berbagai perusahaan industri, UMKM, dan usaha bisnis lainnya.

“Kita ke depannya inginkan ada nilai tambah dari produk-produk inovasi dan hasil riset dosen dan mahasiswa sehingga menjadi bentuk pengabdian pada masyarakat. Ini akan menjadi aksi nyata kita sehingga memunculkan dalam bentuk kebijakan dan dimanfaatkan masyarakat,” jelas Hadi dalam rilis yang diterima korankaltim.com, Sabtu 29 Agustus 2020.

Menurut dia, sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis, sangat kurang jika tak memiliki gedung etalase dan workshop untuk memajang berbagai karya-karya inovatif dan bengkel pembuatan produk.

Dalam waktu dekat pula, Hadi bersama LP2M Unmul berencana merealisasikan pembangunan tersebut. Pasalnya, di hampir seluruh universitas-universitas di Jawa telah memiliki gedung yang memajang berbagai hasil inovasi dosen dan mahasiswa.

“Idealnya etalase dan workshop ini berada di depan kampus, karena tamu-tamu, asesor maupun masyarakat ketika ingin masuk ke kampus langsung dihadapkan dengan karya dan hasil inovasi dosen dan mahasiswa. Sehingga memberi citra yang bagus bagi kampus, bahwa hasil riset dan inovasi dosen dan murid memiliki kegunaan bagi masyarakat,” terang salah satu Pendamping Bisnis Mahasiswa Penerima Hibah Program Mahasiswa Wirausaha ini.

Khusus untuk inkubator bisnis, menurut Hadi, mereka akan mendata hasil riset dosen dan mahasiswa yang telah dikembangkan menjadi tenant, diidentifikasi dan selanjutnya dilakukan langkah strategis untuk pengembangannya. Baik melalui pelatihan, workshop dan training/magang di perusahaan-perusahaan.

Pihaknya juga akan aktif mendorong produk inovatif dosen dan mahasiswa agar bisa diikutsertakan dalam pameran-pameran, baik tingkat regional maupun nasional.

“Kami akan memprogramkan dalam satu tahun ada minimal satu kali menyelenggarakan ekspo produk inovatif unmul,” bebernya.

Program utama tahun 2021, lanjut dia, PPIIB LP2M Unmul juga mempersiapkan administrasi dan persyaratan pengusulan registrasi inkubator bisnis Dikti.

Dengan teregristrasinya inkubator bisnis, tukas dia, maka pusat ini bisa menjadi rujukan pengembangan inkubator bisnis masyarakat (umum), bisa melaksanakan pelatihan, hingga pendampingan bisnis.

“Sehingga lembaga ini dapat meningkatkan pengabdian ke masyarakat,” tandas pria yang juga pengelola UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) Unmul.(*)

Editor: redaksi headlinekaltim.co.

 

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER