src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tolak Direlokasi, Pedagang Melawan Tim Penertiban

Tolak Direlokasi, Pedagang Melawan Tim Penertiban

2 minutes reading
Friday, 9 May 2025 17:03 243 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Aparat gabungan melakukan penertiban Pasar Subuh, di Jalan Yos Sudarso Gang 3, pada Jumat 9 Mei 2025. Kebijakan  yang digadang sebagai bagian dari penataan kota itu mendapat perlawanan  dari para pedagang yang menggelar dagangan sejak dini hari.

Operasi penertiban ini melibatkan personel Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Ketika aparat mulai membongkar lapak yang berdiri di sepanjang gang sempit tersebut, kericuhan pun sempat tak terelakkan.

Dimana pedagang yang selama ini bergantung pada aktivitas ekonomi di sana berupaya menghadang petugas dan menuntut kejelasan kebijakan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Subuh, Abdussalam, mengatakan kekecewaannya terhadap cara penertiban. Ia menyebut bahwa pemerintah tidak pernah benar-benar melibatkan para pedagang dalam proses sosialisasi.
“Undangan hanya diberikan ke Paguyuban, kalau untuk bertemu sosialisasi sementara ini belum ada,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, para pedagang bukan menolak untuk ditata, tetapi mereka menentang relokasi dari lokasi yang sudah menjadi sumber mata pencaharian selama puluhan tahun. Pasar ini juga menjadi titik pertemuan komunitas, terutama pembeli dari kalangan etnis Tionghoa yang cenderung enggan datang jika ada konflik.

“Kami ini orang kecil, tentu khawatir. Apalagi pembeli di sini banyak dari etnis Tionghoa, semisal ada melihat keributan, mereka takut. Harapan kami asal tidak dipindah, kami siap ditata,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, akrab disapa Yama, menegaskan bahwa proses penertiban telah melewati rangkaian komunikasi sejak 2023.

Lanjutnya, sebagaian besar lahan pasar subuh milik pribadi, dan sejak 2014 sudah ada permintaan untuk dibersihkan area pasar subuh. “Sudah Sejak 2023 kami sudah melakukan komunikasi, dengan para pedagang, pembangunan lokasi relokasi di Pasar Beluluq Lingau, Jalan PM Noor juga sudah kami siapkan. Banyak pedagang yang sudah ambil undian kios di sana,” jelasnya.

Ia menjelaskan ada beberapa pedagang yang sudah menerima undian kios untuk pindah, walaupun ada yang menolak. Pemerintah telah berusaha persuasif dan hari ini adalah eksekusi terakhir.

“Hari ini adalah eksekusi terakhir, walaupun perubahan sangat susah, karena kami twlah melakukan langkah persuasif. Iya tujuannya agar pedagang memliki kios yang layak dan sesuai aturan,” tutupnya. (MSD)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x