src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> TNI Manunggal Membangun Desa ke-123 Resmi Dimulai di Kampung Laham, Mahakam Ulu

TNI Manunggal Membangun Desa ke-123 Resmi Dimulai di Kampung Laham, Mahakam Ulu

3 minutes reading
Thursday, 20 Feb 2025 13:36 232 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SENDAWAR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Wilayah Perbatasan (Wiltas) secara resmi dimulai di Kampung Laham, Kecamatan Laham, Kabupaten Mahakam Ulu, Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0912 Kutai Barat (Kubar) sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan di daerah perbatasan.

Seremoni pembukaan berlangsung dengan penuh semangat, diawali dengan penyambutan tamu kehormatan oleh masyarakat setempat. Para pelajar Kampung Laham menampilkan tarian selamat datang untuk menyambut kedatangan Bupati Mahakam Ulu, Bonefasius Belawan Geh, Ketua DPRD Mahulu Depung Paran, Dandim 0912/Kubar Letkol Czi Eko Handoyo, serta jajaran pejabat Mahulu lainnya di pelabuhan sungai.

Dari pelabuhan, rombongan bergerak menuju Balai Adat Kampung Laham. Menariknya, balai yang sebelumnya terbuka kini telah disulap menjadi ruang informasi TMMD yang lebih estetik berkat tangan-tangan terampil anggota TNI. Perubahan ini pun mendapat apresiasi dari Bupati Mahulu yang terlihat antusias menyimak pemaparan kegiatan TMMD yang disampaikan Dandim 0912/Kubar Letkol Czi Eko Handoyo.

Dalam pemaparannya, Dandim menjelaskan bahwa TMMD ke-123 di Kampung Laham akan berlangsung selama satu bulan. Namun, sejak 16 Januari hingga 18 Februari 2025, telah dilakukan sejumlah kegiatan pra-TMMD, seperti penyiapan pasukan, pendistribusian material, serta pengerjaan awal semenisasi jalan.

“Kami memilih Kampung Laham sebagai lokasi TMMD karena daerah ini memiliki potensi perkebunan yang produktif, namun masih kekurangan infrastruktur pendukung. Jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pendidikan juga dalam kondisi rusak,” ungkap Dandim.

Ia menambahkan, dua sasaran utama dalam program TMMD ini mencakup pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik. Dari segi fisik, TNI akan membangun semenisasi jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 cm, merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta membangun fasilitas MCK dan sumur bor di empat titik fasilitas umum.

Dandim menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama karena dampaknya yang signifikan terhadap mobilitas warga dan peningkatan ekonomi daerah. “Jalan ini dirancang agar tahan lama dan mampu menopang kendaraan berat untuk distribusi hasil pertanian serta produk lokal,” tambahnya.

Selain itu, TNI juga akan menggarap program ketahanan pangan di lahan seluas 2 hektare, melakukan penghijauan dengan penanaman pohon, serta memberikan nutrisi tambahan bagi anak-anak.

Di luar kegiatan fisik, TMMD juga akan menggelar berbagai program pembinaan masyarakat. Penyuluhan wawasan kebangsaan menjadi salah satu agenda utama guna menanamkan nilai patriotisme kepada generasi muda. “Kami juga akan mengadakan penyuluhan UMKM, narkoba, hukum, KB kesehatan, pertanian, serta sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” terang Dandim.

Sebanyak 150 personel TNI dari berbagai satuan akan dikerahkan dalam pelaksanaan TMMD ini. Mereka akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran. Kolaborasi erat antara berbagai pihak dinilai sebagai kunci keberhasilan TMMD.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Dandim juga menampilkan video selayang pandang lokasi kegiatan TMMD. Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, ASN Pemkab Mahulu, Linmas, Satpol-PP, BPBD, aparat kampung, serta para pelajar SMP dan SMA di Kampung Laham. Bupati Mahulu, Bonefasius Belawan Geh, bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel yang dimulai pukul 09.00 WITA.

Dalam sambutannya, Bupati Mahulu mengapresiasi kontribusi TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayahnya. “TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga semangat kebersamaan yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” kata Bonefasius.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program ini. “TMMD ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi juga tugas kita bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk aktif membantu prajurit dalam setiap kegiatan,” imbuhnya.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x