src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim SAR Gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian orang hilang di perairan Muara Badak (Foto : Basarnas/Hendra)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap Syaiful (35), seorang warga yang dilaporkan hilang di perairan Muara Badak sejak Kamis (19/12/2024). Syaiful, seorang pekerja swasta, diduga mengalami insiden di laut akibat kapal klotok yang ditumpanginya kehabisan bahan bakar dalam perjalanan menuju Muara Berau.
Insiden bermula saat Syaiful dan rekannya, Jawa, berangkat dari Toko Lima pada Kamis (19/12/2024) sekitar pukul 18.30 WITA untuk mengantarkan buah pesanan menggunakan kapal klotok. Pada pukul 00.07 WITA, Syaiful sempat mengirim pesan suara kepada istrinya, meminta bantuan karena kapal mereka kehabisan bahan bakar.
Namun, pesan tersebut baru diterima istrinya keesokan paginya. Setelah itu, ponsel Syaiful tidak lagi dapat dihubungi. Hingga kini, keberadaan Syaiful dan kapal klotok yang digunakan masih belum diketahui.
Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, melalui Koordinator Pos SAR Samarinda, Riqi Effendi, mengungkapkan bahwa pencarian telah dimulai sejak Sabtu (21/12/2024). Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur dan melakukan pencarian di perairan Muara Badak hingga Kutai Timur.
Dalam pencarian ini, Tim Basarnas juga memanfaatkan pemapelan dan siaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan, termasuk Muara Badak, Muara Berau, hingga Selat Makassar. Informasi pencarian korban disebarluaskan melalui komunitas pemancing, potensi SAR, dan perusahaan pelayaran setempat seperti PTB Muara Berau.
“Mengingat titik koordinat terakhir kapal korban tidak diketahui dan jeda waktu sudah cukup lama, area pencarian menjadi sangat luas akibat pengaruh pergeseran arus,” jelas Riqi.
Pencarian melibatkan berbagai elemen, termasuk Basarnas Balikpapan, Pos Basarnas Samarinda dan Kutim, Satpolair Polres Bontang, Pos TNI AL Marang Kayu, Koramil Muara Badak, Posko Damkar Muara Badak, Persatuan Nelayan Muara Badak, PT. PTB Muara Berau, Komunitas warga dan bisnis Muara Badak.
Cuaca dinamis serta luasnya area pencarian menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Tim SAR terus berupaya maksimal, termasuk berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas untuk memperluas pantauan.
Hingga saat ini, masyarakat setempat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau kapal klotok yang digunakan. Harapan besar tetap disematkan agar Syaiful dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kami sangat berharap dukungan masyarakat, khususnya nelayan dan komunitas di sekitar perairan Muara Badak dan Kutai Timur, untuk memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu pencarian,” tutur Riqi.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim