24.9 C
Samarinda
Friday, January 21, 2022

Resmi Tersangka, KPK Tangkap Bupati PPU dengan Koper Berisi Rp 1 Miliar

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, KPK menangkap Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Dalam penangkapan yang dilakukan di Jakarta dan Kalimantan Timur itu, KPK menyita barang bukti berupa uang Rp1 miliar dan rekening bank dengan saldo Rp447juta. KPK resmi menetapkan AGM sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022.

Dalam jumpa pers yang digelar di Gedung KPK, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan kronologi OTT tersebut. Selain AGM, lima orang lainnya juga ditetapkan menjadi tersangka.

Masing-masing pemberi pihak swasta Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ).  Lalu sebagai penerima, Plt Sekda Kabupaten PPU Muliadi (MI); Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, Jusman (JM);  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU, Edi Hasmoro (EH); dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis.

Menurut Alexander, KPK mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara. “Diduga telah ada kesepakatan sebelumnya dan diberikan oleh para rekanan yang mengerjakan proyek serta perizinan usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 12 Januari 2022,” ujarnya.

Berbekal informasi awal itu, Tim KPK bergerak dan berpencar ke beberapa lokasi di wilayah di Jakarta dan Kalimantan Timur.

Dibeberkan Alexander, sebelumnya, pada Selasa 11 Januari 2022, di sebuah kafé di Kota Balikpapan dan di sekitar Pelabuhan Semayang, Balikpapan, orang kepercayaan AGM bernama Nis Puhadi alias Ipuh (NP) melakukan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa kontraktor melalui MI, JM, dan staf di Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Adapun uang dalam bentuk tunai yang terkumpul sejumlah sekitar Rp950 juta, selanjutnya setelah uang terkumpul, NP kemudian melaporkan kepada AGM bahwa uang siap untuk diserahkan kepada AGM,” katanya.

AGM lalu memerintahkan NP agar uang dengan jumlah Rp950 juta di dibawa ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, NP dijemput Orang kepercayaan Abdul Gafur, Rizky (RK) dan mendatangi rumah kediaman Abdul Gafur diwilayah Jakarta Barat untuk menyerahkan uang yang dibawanya tersebut.

“Tidak lama kemudian, AGM mengajak NP dan NAB untuk bersama-sama mengikuti agenda AGM di Jakarta, yang setelahnya bersama-sama pergi ke salah satu mal di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa uang sejumlah Rp950 juta tersebut,” katanya.

Atas perintah AGM, lanjutnya, Nur Afifah kemudian menambahkan uang sejumlah Rp50 juta dari uang ada yang ada di rekening bank miliknya.  “Sehingga uang terkumpul sejumlah Rp1 Miliar dan dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkan NAB,” tuturnya.

Saat berjalan keluar dari lobby mal, Tim KPK langsung menyergap AGM, NP dan NAB dan pihak lainnya beserta uang tunai sejumlah Rp1 miliar yang sebelumnya sudah dikemas dalam koper.

Tim KPK mengamankan beberapa pihak di Jakarta, yaitu Muliadi (MI), Swasta Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) dan Istri MI, Welly (WL). Sedangkan, di wilayah Kalimantan Timur, tim lainnya mengamankan Supriadi alias Usup (SP), Asdar (AD), Edi Hasmoro (EH) dan Jusman (JM). (*)

Editor: MH Amal

 

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU