src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
RDP membahas masalah listrik di Desa Batuah. (Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Sebanyak tiga RT di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara belum menikmati listrik PLN. Hal ini mencuat saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Kukar dengan warga terkait permasalahan listrik di Batuah.
“RT 47, 48, dan 49 yang belum menikmati listrik PLN, dan satu RT lagi alami drop kapasitas, turun daya listrik tiap hari, yaitu RT 9,” sebut perwakilan masyarakat Batuah, Taufik, di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa 13 Juni 2023.
RDP yang dipimpin oleh anggota Komisi I DPRD Kukar, Ahmad Yani ini, tanpa dihadiri Kades. Turut hadir perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(DPMD) Kukar, PLN dan perwakilan perusahaan batu bara yang beroperasi di Batuah.
Asisten Manager PLN Area Samarinda, Bambang H membenarkan keluhan warga Batuah. Dia menyebut belum ada jaringan listrik di tiga RT tersebut dengan jalur sepanjang sekitar 7 Km. Pembangunan jaringan listrik di titik tersebut membutuhkan anggaran Rp 3,5 miliar.
“Nanti akan kita lihat, apakah ada anggaran sisa untuk membangun jaringan listriknya karena menyesuaikan juga dengan aturan baru di perusahaan kami,” jelas Bambang.
Kebijakan di PLN, tambah Bambang mempertimbangkan nilai ekonomi. Jika wilayah tersebut sedikit calon konsumennya, maka nilai investasinya dianggap terlalu besar. “Nanti, akan kita carikan kebijakan terbaiknya terkait yang dihadapi tiga RT tersebut,” tuturnya.
Ahmad Yani yang terpilih melalui Dapil Loa Kulu-Loa Janan merasa heran dengan kebijakan PLN. Menurut dia, jika PLN membangun jaringan listrik di suatu wilayah, maka akan memicu perkembangan wilayah tersebut.
“Alasan nilai ekonomis investasi sampai kapanpun tidak akan ketemu. Yang penting PLN mau tidak, bangun jaringannya. Ingat, tiga RT tersebut, bagian dari negara Indonesia juga,” sebut Yani.
Dia menambahkan, nilai anggaran membangun jaringan sebesar Rp 3,5 miliar terbilang kecil untuk ukuran PLN. Jangan sampai harus mengandalkan uang Pemda. Jika harus bermitra dengan perusahaan lain yang ada di Batuah, dia meminta PLN berkolaborasi melalui dana CSR.
“Kita pernah fasilitasi Dusun Purwosari Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu, lebih panjang dari tiga RT di Batuah, sekarang sudah teraliri listrik PLN,” ungkapnya.(Andri/#)