src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto bersama anggota Koperasi Belayan dengan pelajar yang mengikuti Eco-Tutoring. (Ist/ Koperasi Belayan Sejahtera)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA- Koperasi Belayan Sejahtera menghadirkan program inovatif bernama Eco-Tutoring guna menangani permasalahan sampah di wilayah tersebut.
Koperasi yang bergerak di Desa Muai Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara ini tidak hanya mendorong edukasi pengelolaan sampah, tetapi juga membimbing dan memberdayakan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Koperasi Belayan Sejahtera Jamaluddin menyebutkan ada metode non-konvensional dalam menjalankan Eco-Tutoring.
“Program bimbingan belajar yang unik karena para peserta tidak membayar jasa pengajar dengan uang, melainkan dengan sampah organik,” bebernya kepada headlinekaltim.co, pada Senin 26 Juni 2023.
“Sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk diolah menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos yang dihasilkan kemudian dapat digunakan sendiri oleh peserta atau dijual untuk mendapatkan pendapatan. Hasil penjualan pupuk kompos akan didistribusikan kepada peserta bimbingan belajar sehingga mereka dapat merasakan hasil dan manfaat dari pengelolaan sampah organik yang mereka lakukan,” sambungnya.
Ia melanjutkan Eco-Tutoring merupakan upaya menumbuhkan kesadaran atas lingkungan terhadap generasi muda agar menjadi kebiasaan yang mendorong keseimbangan alam.
“Kita menyediakan program bimbingan belajar untuk mata pelajaran umum di tingkat SD dan SMP, sambil memberikan pendidikan lingkungan mengenai pengelolaan sampah organik dan manfaatnya. Program ini bertujuan untuk memberikan tambahan bimbingan belajar kepada pelajar di luar jam sekolah” katanya.
Program Eco-Tutoring Koperasi Belayan Sejahtera akan berjalan dari 9 Juli 2023 hingga 6 bulan ke depan.
Jamal berharap bahwa program ini dapat memberikan dampak kesadaran lingkungan bagi generasi muda.
“Koperasi Belayan Sejahtera percaya bahwa belajar bukanlah hak istimewa yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang. Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bentuk pembayaran, program Eco-Tutoring menciptakan kesempatan bagi semua orang untuk mendapatkan bimbingan belajar berkualitas sambil menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga mengakui pentingnya pendidikan dan bimbingan bagi anak-anak, serta menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tandasnya. (Erick)