src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tiga Kampung Bakal Jadi Pusat Pembibitan Jagung Lokal

Tiga Kampung Bakal Jadi Pusat Pembibitan Jagung Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Feb 2025 22:25 247 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB –  Untuk mendukung program ketahanan pangan, Kabupaten Berau mempersiapkan tiga kampung menjadi sentra pembibitan jagung. Benih yang dikembangkan merupakan jagung lokal. Program ini dijalankan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Berau.

Ketiga kampung itu adalah Kampung Tunggal Bumi, Purna Sari Jaya, dan Dumaring yang ada di Kecamatan Talisayan. Dan saat ini, proses pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) telah dilakukan bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Pengecekan langsung ke lokasi sudah dilakukan. Ketiga kampung ini dipilih karena memiliki lahan yang terisolasi. Selain itu, dukungan penuh dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat untuk program ini juga sangat baik,” ujar Petugas Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DTPHP Berau, Bambang Sujatmiko, ditemui beberapa waktu lalu.

Dukungan dari pihak kampung ini menjadi faktor yang cukup krusial dalam keberhasilan program sentra benih. Nantinya, DTPHP akan mendaftarkan para kelompok petani melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH (BPSBTPH), yang akan memberikan pengawasan intensif selama dua hingga tiga kali musim tanam.

“Pengawasan ketat ini untuk memastikan benih jagung yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tinggi, sebelum didaftarkan dan diuji di laboratorium. Jadi, benih jagung dapat dijual dengan harga lebih tinggi. Kalau jagung biasa dihargai Rp5.000 per Kg, jagung benih bisa mencapai Rp15.000 per Kg,” imbuhnya.

Salah satu kampung yang sudah mulai berproduksi adalah Kampung Purna Sari Jaya. Pada Januari 2025 lalu, kampung ini berhasil memproduksi 1,7 ton benih jagung berlabel kuning dengan menggunakan dana kampung. Hasil produksi ini dimanfaatkan untuk program penanaman jagung serentak di lahan eks perusahaan sawit di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, yang digarap oleh beberapa pihak secara kolaboratif.

Namun, meski sudah memiliki pengalaman produksi, Kampung Purna Sari Jaya masih dalam tahap persiapan untuk menjadi sentra benih jagung. Saat ini, pemerintah kampung sedang menyiapkan lahan khusus seluas 20-25 hektare sebagai lokasi pembibitan.

“Lahan khusus ini merupakan salah satu syarat yang harus ada. Karena jarak tanam minimal 200 meter dari jagung biasa, atau memastikan perbedaan usia tanaman jagung di lahan lain. Yakni, sekitar tiga minggu untuk menghindari pencampuran saat proses pembungaan,” bebernya.

Adanya program sentra benih jagung ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian petani lokal dalam memproduksi benih unggul secara berkelanjutan. Terlebih, Kabupaten Berau juga berpotensi menjadi daerah penghasil benih yang diakui secara luas dan dapat memenuhi kebutuhan lokal maupun regional. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x