src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dafip Haryanto. (andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dari 183 desa se-Kutai Kartanegara (Kukar), masih tersisa 10 desa yang belum menikmati jaringan internet atau blank spot. Pemkab Kukar berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut.
“Sebelumnya ada 23 desa yang masih blank spot, sekarang sisa 10 desa lagi yang masih blank spot, ” sebut Kadiskominfo Kukar, Dafip Haryanto, Jumat 4 Maret 2022.
Dafip yang pernah jabat Camat Loa Kulu dan Loa Janan ini mengatakan, dinasnya optimistis mampu mengurai persoalan jaringan di 13 desa dengan mencari celah mensinkronisasikan program dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kita ini cari irisan program pusat dan pemprov dalam pengembangan layanan internet untuk masyarakat. Ada juga yang difasilitasi oleh operator seluler, ” sebutnya.
Menurutnya, bisa saja dilakukan percepatan pemasangan jaringan internet di 10 desa tersebut. Namun, sarana pendukung belum tersedia.
“Syarat dibangunnya jaringan internet, harus terpenuhinya 24 jam aliran listrik. Sedangkan 10 desa tersebut, ada yang bisa menikmati listrik selama 8-18 jam saja, ” tuturnya.
Diskominfo akan berkoordinasi dengan lintas OPD agar program Terang Kampungku yang mewujudkan listrik 24 jam bisa direalisasikan secepatnya.
“Jika 10 desa tersebut sudah nikmati listrik 24 jam, maka akan menyusul kebutuhan internetnya,” ungkapnya.
Kades Rantau Hempang Kecamatan Muara Kaman, Ismansyah senang warganya sudah bisa menikmati internet, walau terkadang masih lelet.
“Kalau bisa ditingkatkan lagi kapasitasnya, tapi ini sudah patut disyukuri, masyarakat kami sudah bisa menikmati internet, ” ucapnya.
Desa Buluk Sen Kecamatan Tabang juga sebelumnya belum bisa menikmati internet. Per Januari 2022, internet sudah bisa dinikmati masyarakat desa.
“Jaringan internet, kencang di pagi hari, kalau sudah siang ke sore, sudah mulai lelet. Tapi, kami senang sudah nikmati internet, ” paparnya. (Andri)