src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Camat Tenggarong Arfan Boma (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebagai pemimpin wilayah Ibukota Kukar, Camat Tenggarong Arfan Boma dibuat was-was, karena wilayahnya sangat rawan penyebaran COVID-19. Upaya pencegahan sudah dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
“Tenggarong itu rawan penyebaran COVID-19, karena Tenggarong pintu masuk dari berbagai daerah,” ucap Boma, Rabu 17 Februari 2021.
Mantan Camat Muara Badak ini merinci, titik rawan pintu masuk pendatang luar Kukar, yaitu Kelurahan Timbau perbatasan dengan Loa Kulu, Kelurahan Loa Ipuh Darat menuju Kutai Barat, Loa Tebu yang berbatasan dengan Kecamatan Sebulu dan Desa Teluk Dalam Tenggarong Seberang yang mau masuk ke Tenggarong.
“Tenggarong menjadi pintu masuk dari segala lini beberapa daerah, ada dari Kutim, Samarinda dan Balikpapan,” ucap Boma.
Penyebaran Virus COVID-19 di Tenggarong, sudah memakan korban ASN internal Kecamatan Tenggarong. Ada 12 pegawai Kecamatan yang pernah terkonfirmasi positif termasuk Boma, bahkan sudah dua pegawai yang terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia.
Melihat kondisi tersebut, dirinya selaku Camat, membuat kebijakan dengan membuka layanan masyarakat sampai siang hari saja. Dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.30 Wita, itu dilakukan secara shift diantara pegawai yang ada.
“Setiap dua jam sekali, harus ganti personel. Dan tidak lupa juga menerapkan protokol kesehatan, ” jelasnya.
Untuk penanganan pencegahan penyebaran COVID-19 ditingkat Kelurahan, diakui Boma, masih terganjal persoalan anggaran. Selain tidak ada anggaran khusus ditingkat Kecamatan, kelurahan juga bukan satuan kerja tersendiri, tapi menjadi bagian dari Pemerintah Kecamatan.
“Kalau Desa Bendang Raya dan Rapak Lambur yang masuk wilayah Kecamatan Tenggarong, punya alokasi penanganan COVID-19 yang bersumber dari Dana Desa (DD), ” jelasnya.
Boma juga menyinggung, beberapa Kelurahan di Tenggarong, zonanya bervariatif, ada yang lama masuk zona merah, ada pula yang sebentar, menyesuaikan kondisi penanganan COVID-19 di daerah masing-masing.
“Pernah tercatat, berdasarkan rilis Satgas COVID-19 dalam satu hari ada penambahan sekitar 80 orang pasien baru terkonfirmasi positif (di Tenggarong), ” pungkasnya.
Penulis: Andri
Editor: Amin